Selasa 27 Nov 2018
Pekan Biasa XXXIII, St. Leonardus dr Porto Mauritio
Why. 14:14-20; Mzm. 96:10,11-12,13; Luk. 21:5-11.
"Akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
Mungkin, kita sering mengagumi kemegahan dan keindahan bangunan Gereja tertentu, baik di dalam maupun di luar negeri. Memang, kemegahan dan keindahan bangunan itu penting: bisa menghantar kita untuk mengagumi Sang Pencipta dan membantu kita untuk menciptakan suasana doa yang baik. Namun, kiranya bukan itu yang utama. Kita ingat bacaan beberapa waktu lalu: Yesus menangisi kota Yerusalem yang meskipun megah tetapi tidak mengerti bilamana Allah melawat mereka (Luk 19,41-44). Hari ini, Yesus menunjuk secara langsung bahwa Bait Allah yang megah dan dibangun selama 46 tahun akan runtuh. Sebabnya sama, yakni karena mereka tidak mampu mewujudkan damai sejahtera yang bersumber dari hubungan mesra dengan Tuhan dan diwujudkan dalam hidup bersama. Oleh karena itu, selain memelihara keindahan dan kebersihan bangunan Gereja kita, amat sangat perlu kita mengupayakan damai sejahtera dalam dalam kehidupan bersama kita. Dimulai dari keluarga, lalu semakin meluas ke lingkungan/masyarakat sekitar, di tempat kerja, juga di Gereja/paroki kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar