Senin, 05 November 2018

Selasa, 6 Nov 2018
Pekan Biasa XXXI
Flp. 2:5-11; Mzm. 22:26b-27,28-30a,31-32; Luk. 14:15-24.

Setiap saat, Tuhan selalu menyediakan perjamuan bagi kita, teristimewa dalam Ekaristi. Di situlah, Ia menghidangkan santapan Sabda dan Tubuh-Nya bagi kita. Namun, setiap kali kita berdoa pun, Tuhan juga menjamu kita dengan kasih dan rahmat-Nya yang terus mengalir. Saat kita membaca dan merenungkan Kitab Suci, Ia juga menghidangkan kepada kita nutrisi sabda-Nya yang penuh gizi bagi akal budi dan jiwa kita.
Apakah undangan dari Tuhan, yakni saat-saat kita merasa tergerak untuk hadir dalam perayaan Ekaristi, berdoa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, merupakan saat yang sungguh membahagiakan dalam hidup kita sehingga kita ingin selalu menikmati dan menghayatinya? Atau malah kita masih banyak alasan untuk tidak menghindar dan tidak mau menanggapi udangan-Nya untuk merayakan Ekaristi, berdoa, membaca dan merenungkan Kitab Suci?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar