Senin, 05 November 2018

SEPERTI ANAK BARU DISAPIH
(RD Josep Susanto)

Bacaan-bacaan Misa harih Senin, 5 November 2018 ini sangatlah luar biasa. Baru menarik kalau bisa melihat BENANG MERAH dari bacaan itu dan membacanya sesuai urutannya.

Saya mau mulai dari Mazmur tanggapan dulu dari Mzm 131:2, di situ pemazmur berkata:

"Jiwaku seperti anak yang baru disapih berbaring dekat ibunya."

Anak yang baru disapih biasanya tewel, nangis, cari perhatian, merengek gak jelas, ngamuk-ngamuk, kadang sumeng bahkan demam.

Itulah keadaan jiwa yang tidak tenang, jiwa yang gelisah dan tidak bahagia.

Nah bacaan pertama dari Surat Paulus kepada jemaat di Filipi 1:1-4 seolah membongkar AKAR dan SUMBER ketidakbahagiaan manusia.

Paulus mengatakan penyebab manusia tidak bahagia adalah seringkali kita hanya memikirkan diri kita sendiri, sampai mengesampingkan kebutuhan orang lain.

Kita juga hanya mengejar puji-pujian untuk diri kita, yang tidak jarang kita merendahkan orang lain.

Budaya nyinyir, gosip, egoisme, culas, munafik adalah salah satu wujud dari apa yang dimaksud 2 bacaan di atas.

Nah, bacaan Injil dari Luk 14:12-14 membuka wawasan dan kesadaran kita tentang bagaimana memperjuangkan kebahagiaan tanpa terjebak pada cinta diri.

Tuhan Yesus memberikan ajaran yang dasyat dengan mengatakan: kalau kita pesta jangan mengundang orang kaya yang bisa membalas kebaikan kita.

Undanglah orang sakit, orang miskin, orang terlantar yang tidak bisa membalas kebaikan kita. Maka Bapa yang di surga akan membalaskan nya kepada kita.

Memberi dengan ikhlas tanpa harap kembali itulah KEBAHAGIAAN SEJATI karena di situ akan teruji siapa diri kita sebenarnya.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar