Minggu, 25 November 2018

Tahukah Kamu
Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam
(RD Josep Susanto)

Pernahkah Anda pergi ziarah dalam rombongan? Ke Senadangsono, Ganjuran, Kaliori, atau yang jauh seperti ke Fatima, Lourdes, Guadalupe atau Holy Land?

Pernah dong. Semakin jauh kita pergi, semakin lama waktu yang kita butuhkan. Semakin bangak orang yang ikut, semakin rute harus diikuti dengan tertib oleh semua peserta.

Nah kita akan semakin menikmati perjalanan ziarah kita kalau rutenya jelas, jadwalnya jelas, dari waktu ke waktu, dari hari ke hari, dari berangkat sampai pulang lagi.

Misalnya:
Hari pertama mendarat di Jogja pasti kuliner Yu Djum, oh kita tahu pakai baju bebas, malamnya belanja di Malioboro, oh harus bawa duit, payung jangan lupa sebab musim hujan.

Hari kedua siang kita ke Gereja Ganjuran, oh bawa rosario, botol untuk simpan air, dan pakai baju yang pantas jangan celana pendek plus sandal jepit, karena mau misa.

Dengan jadwal, rute yang jelas kita jadi tahu apa yang harus kita perbuat dan bisa menyesuaikan diri kita.

Nah teman teman tahukah kamu bahwa penanggalan liturgi Gereja adalah sebuah PETA PERJALANAN hidup kita sebagai orang Katolik.

Bacaan bacaan misa Harian dan Mingguan Ekaristi sudah diatur sedemikian rupa, hingga dalam waktu 3 tahun, seluruh pokok bacaan dalam Kitab Suci "habis" kita baca.

Bagaimana Gereja mengaturnya:

Biasanya buku bacaan MISA HARIAN dibagi jadi dua:

BUKU I dan BUKU II.

Hitungnya gampang.

Tahun ganjil yang dibacakan itu BUKU I, kalau tahun genap itu BUKU II.

Sedangkan buku bacaan MISA MINGGUAN ada 3 jenis bacaan:

Tahun A dibacakan MATIUS
Tahun B dibacakan MARKUS
Tahun C dibacakan LUKAS.

INJIL YOHANES bagaimana?
Injil Yohanes dapat perlakuan khusus. Injil ini dibacakan dalam Masa Advent dan Masa Paskah.

Injil Yohanes juga beberapa kali muncul di Tahun B.

Hitungnya bagaimana Mo?
Tahun dibagi 3. Lihat angka akhirnya.

Contoh:
Tahun 2018. Berarti 2018 ÷ 3 = 672.

2018 itu genap, berarti misa harian pakai BUKU II.

2018 dibagi 3, angka terakhirnya itu 2, berarti pakai TAHUN B, dibacakan Injil Markus.

1 tahun terdiri dari 33 atau 34 Minggu, masa Liturginya bisa dibedakan dengan:

Masa Advent
Masa Natal
Masa Biasa
Masa Prapaskah / Pantang puasa
Masa Tri Hari Suci
Masa Paskah
Masa Biasa

Nah masa-masa ini punya tekanan, penghayatan dan refleksi yang khusus pula. Bacaan-bacaannya pun dipilih untuk membantu kita penghayatan kita bersama.

Nah kapan itu tahun liturgi dimulai dan berakhir?

Patokannya ingat saja HARI RAYA KRISTUS SEMESTA ALAM yang kita rayakan hari ini. Biasanya jatuh di Minggu ke 33 atau 34.

Pada hari inilah seluruh rangkaian penanggalan liturgi tahunan berakhir, berganti tahun, dari A ke B; B ke C; C ke A demikian seterusnya.

Berarti mulai minggu depan, Minggu pertama Advent, Gereja memulai tahun liturgi yang baru, bacaan Injilnya akan berganti pula.

Mengapa bacaan Misa menjadi penting untuk perjalanan kita?

Tuhan Yesus bersabda:
AKULAH ALFA DAN OMEGA,
AWAL DAN AKHIR.

Kristuslah awal perjalanan kita, setelah dibaptis, mengenal Kristus, di situlah kita memulai perjalanan kita.

Kristuslah akhir perjalanan kita, kepada Dia lah perjalanan kita menuju.

Nah dengan penanggalan Liturgi kita ditemani oleh Firman Tuhan yang dibacakan dalam Ekaristi, selama masa perjalanan kita menuju akhir, di mana kita akan mengalami PERSATUAN KITA dengan Kristus.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar