Sabtu, 15 Desember 2018

*FAUSTINA MENGALAMI PENDERITAAN DARI AWAL SAMPAI AKHIR*

Penderitaan phisik maupun penderitaan batin, dihadapi berbeda oleh setiap orang. Ada yang berpendapat bahwa penderitaan itu sebuah takdir dari Allah. Yang lain berpendapat: penderitaan sebagai hukuman atas dosa-dosa. Orang bisa putus asa, merasa hancur hidupnya dan bunuh diri karena penderitaan. Orang lain lagi berpendapat bahwa penderitaan perlu dan berguna, karena sebagai penguji iman dan meneguhkan kesetiaan kepada Allah. Di bawah ini *penderitaan yang dialami oleh St. Faustina:*

*1. Penderitaan karena teman-teman sebiara:*
-  Maksud-maksud baiknya selalu disalah-tafsirkan oleh teman-temannya sebiara. Bahkan
Superiornya menganggap Sr. Faustina hidup dalam ilusi atau berkhayal (BHF 38.125).

-  Tiap hari tidak lepas dari penghinaan teman-temannya; penghinaan menjadi makanannya setiap (BHF 92).

- Dirinya tidak ada yang lolos dari penghakiman para suster (BHF 128).

-  Dianggap aneh, histeris, dan pelihat oleh seorang muder (BHF 129).

-  Diperlakukan secara diskriminatip ketika di rawat di kamar sakit (BHF 149).

-  Ketika bekerja di dapur, Sr. Faustina dihukum oleh temannya dengan alasan tidak jelas dan dipermalukan serta dicap sebagai pemalas (BHF 151).

- Ketika Sr. Faustina membersihkan kamar suster-suster lain, ia dicela karena hasilnya tidak bersih, sehingga Sr. Faustina harus membersihkan kamar tersebut belasan kali (BHF 181).

-   Apa yang dibuat oleh Sr. Faustina selalu dianggap salah dan seluruh usahanya dikritik dengan penuh dengki (BHF 182).

-  Seorang suster menghukum Sr. Faustina untuk berdiri menunggu muder yang akan lewat dan harus mengakui bersalah. Setiap suster yang lewat memandangnya dengan menyeringai (BHF 196).

-  Seorang suster tua menganggap Sr. Faustina sebagai orang dungu (BHF 632).

-  Di ruang makan, Sr. Faustina dicuragai dan dituduh pilih-pilih makanan (BHF 1431).

-  Sr. Faustina dianggap sebagai orang aneh oleh teman suster (BHF 1527).

-  Tak seorang pun membantu Sr. Faustina walaupun sakitnya memburuk (BHF 1649).

*Refleksi:*
Bagaiamana pengalaman Anda ketika mengalami perlakuan tidak adil, dikecewakan, dicaci maki, dihina, diremehkan ... oleh orang lain, bahkan orang yang Anda pikir sebagai sahabat?

2.Sikap Faustina dalam menghadapi penderitaan

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar