Jumat, 7 Des 2018, St. Ambrosius
*IMAN YANG MENYEMBUHKAN*
*BACAAN*
*Yes 29:17-24* – “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar …, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan”
*Mat 9:27-31* – “Terjadilah padamu menurut imanmu”
*RENUNGAN*
1.Orang buta itu mencari Tuhan dengan sikap *rendah hati* dan dengan *penyesalan* yang mendalam atas dosa-dosanya. Mereka mendekati Yesus karena *katerbatasan* dan *kelemahan* mereka. Jika mereka sehat, pasti mereka tidak akan mendekati Yesus, tidak pernah menyesali dosa-dosa mereka dengan berseru, *“kasihanilah kami, hai Anak Daud!”* Kita yang tidak cacat secara phisik, namun punya banyak kelemahan dan dosa, sudah selayaknya menyadari diri seperti orang buta tadi; *berteriak lantang dengan penuh penyesalan dan tobat.*
2.Mereka buta phisik namun bertekun dan berusaha keras untuk bisa bertemu Yesus. Mereka memiliki iman yang kuat: *“Ya Tuhan, kami percaya.”* Mereka percaya bahwa Yesus mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Mereka dilarang bicara, namun mereka tetap menyebarkan sukacita yang mereka alami karena kemurahan Tuhan. Bukannya tidak taat, mereka hanya ingin menyampaikan *ungkapan rasa syukur yang meluap*. Sukacita dalam Tuhan tidak bisa ditutup-tutupi, apalagi hanya untuk dirinya sendiri.
3. *Kita disebut buta, ketika kita tidak memiliki rasa terhadap kehadiran Tuhan, tidak memiliki rasa terhadap dosa, tidak peduli terhadap orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan*. Hal ini disebut *buta hati*, jauh lebih parah daripada buta mata. (MS,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar