Kamis, 13 Des 2018
Pekan Adven II; Pw. St. Lucia
Yes. 41:13-20; Mzm. 145:1,9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15.
"Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong, dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya" - Mat 11,12
Setiap kali membaca dan merenungkan tentang Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah, saya selalu teringat akan kata-kata St. Paulus: "Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" (Rm 14,17). Makanan dan minuman memang mutlak kita butuhkan, bahkan terjaminnya makanan dan minuman bagi kita merupakan tanda nyata dari berkat dan kasih Allah. Namun, kalau orang hidup hanya mencari dan mementingkan makanan dan minuman - bisa diperluas maknanya sebagai hal-hal duniawi lainnya (kekayaan, jabatan, kenikmatan) - tentu menjadi tidak baik. Apalagi kalau sampai mengorbankan kebenaran, mengabaikan damai sejahtera masyarakat dan merugikan kesejahteraan umum atau menyebabkan banyak orang tidak bisa bersukacita tapi malah menderita. Sebagaimana dikatakan oleh Yesus, Kerajaan Allah telah diserong (dibelokkan, dicurangi, dikhianati, dsb) sehingga tidak mudah untuk mewujudkan damai sejahtera dan sukacita. Kesejahteraan yang mestinya untuk semua, hanya dinikmati oleh sebagian saja, yakni mereka yang telah telah berbuat curang. Sejak jaman dahulu sampai sekarang. Namun, itu bukan berarti kita harus putus asa. Meskipun untuk memegakkan Kerajaan Allah di dunia, yakni kerajaan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, banyak tantangannya, kita diundang untuk ikut serta mewujudkannya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar