Rabu, 05 Desember 2018

Kamis, 6 Des 2018,
*KRISTUS PONDAMEN HIDUP KITA*

*BACAAN*
*Yes 26:1-6* – “Bangsa yang benar dan tetap setia biarkanlah masuk”
*Mat 7:21.24-27* – *“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga"*

*RENUNGAN*
1.Sangat mudah berseru kepada Yesus  “Tuhan, Tuhan.” Dari kacamata iman, kita tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.  Namun demikian, pengakuan kita atas Yesus sebagai Tuhan *tidaklah cukup*. Pengakuan kita bahwa Yesus adalah Sang Penebus *tidak akan menjamin* kita masuk surga. Iman kepada Kristus *tidak cukup di bibir* saja; *iman harus menerobos masuk ke dalam hati dan pikiran kita.* Dengan demikian iman berarti *melakukan kehendak Allah Bapa* dengan pikiran, perkataan dan tindakan.

2.Kristus menasihati para murid-Nya untuk membangun iman  mereka *di atas pondamen batu karang.* Untuk menggali pondamen yang kokoh kuat tentu amat sukar. Hal itu *membutuhkan keteguhan dan kesetiaan, doa, belas kasih, kemurahan hati, kerendahan hati dan intensi murni.* Dalam kehidupan rohani, menggali sebuah pondamen memaksa kita untuk *masuk ke dalam, menyingkirkan dosa dan kesalahan kita* yang paling buruk. Proses ini tidaklah enak, bahkan *menyakitkan.* Hal ini mau tidak mau memaksa kita menghadapi *sifat-siat buruk* kita dan menyingkirkan *topeng-topeng* kita. Tanpa langkah-langkah seperti ini, hidup kita hanyalah kita bangun di atas pasir. *Mampukah* kita menggali pondamen itu sendirian?

3.Pondamen nampak kuat ketika semuanya tampak tenang. *Ujian sesungguhnya ketika cuaca buruk*. Hal yang sama terjadi dalam kehidupan rohani. Ketika aman dan damai, maka semuanya berjalan baik. Tetapi *ketika krisis menimpa: penolakan, sakit, kegagalan, dari situlah kita belajar bagaimana iman kita kokoh*. Petrus, dengan sombong mengatakan: “Biar pun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” (Mat 26:33), tetapi ketika krisis menimpa, ia *meninggalkan Kristus Tuhan sendirian di taman Getsemane*. Bagaimana pengalamanku ketika menghadapi krisis? *(MS,berkat.id)*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar