Malam Natal dan Natal Pagi
Malam Natal: Yes. 9:1-6; Mzm. 96:1-2a,2b-3,11-12,13; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14.
Misa Fajar: Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20.
Misa Siang: Yes. 52:7-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-16; Yoh. 1:1-18
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud"
Natal bukanlah perayaan ulang tahun kelahiran Yesus, tetapi perayaan iman akan Yesus Kristus, Sang Sabda yang menjela menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita (Injil Misa Siang). Kalau kepada para gembala, para malaikat menyampaikan warta suka cita "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Injil Misa Malam) sehingga mereka bergegas ke Bertlehem dan mendapatkan persis seperti yang dikatakan para malaikat itu (Injil Misa Fajar), maka kepada kita pun disampaikan warta gembira bahwa "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di dalam hatimu". Hati kita yang penuh dosa dan hidup kita yang penuh cacat cela ini, bagaikan palungan yang kotor dan kandang yang gelap serta berbau tidak sedap, namun Tuhan berkenan hadir dan dibaringkan di dalamnya. Meskipun ada rasa tidak pantas, namun lebih baik kita menerima-Nya. Tentu kita tidak akan menolak-Nya seperti yang dilakukan oleh para pemilik penginapan di Betlehem. Meskipun hidup kita kadang terasa sudah penuh (dengan kesibukan dan berbagai macam kekuatiran - seperti halnya kamar-kamar para pemilik penginapan yang penuh dengan tamu), namun kita sediakan ruang khusus bagi Tuhan di dalam palungan hati kita. Dengan menyambut-Nya, suasana hati kita diubah menjadi bersinar dan semarak, penuh suka cita. Untuk itu, marilah kita berbegas, seperti para gembala (Injil Misa Fajar), untuk masuk ke dalam lubuk hati kita dan berjumpa dengan Tuhan di sana. Di tengah kesibukan dan kemeriahan natal, jangan sampai kita lupa mengambil waktu untuk hening: menyadari dan merasakan kehadiran Tuhan. Demikian pula, setelah gegap gempita perayaan Natal, penting bagi kita untuk masuk ke dalam keheningan, setiap hari, seperti teladan Bunda Maria yang senantiasa "menyimpan segala perkara di dalam hatinya dan merenungkannya" (Injil Misa Fajar). Dalam keheningan itulah, kita sesungguhnya berjumpa dengan Tuhan, merasakan kehadiran-Nya, dan mendengarkan kehendak-Nya. Kemudian, berbekal perjumpaan kita dengan Kristus itu, kita kembali dalam rutinitas pekerjaan dan kesibukan kita sehari-hari seraya "memuji dan memuliakan Allah" serperti yang dilakukan para gembala (Injil Misa Fajar).
Doa: Tuhan, semoga perayaan iman akan Putera-Mu yang menjelma menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kami ini, menganugerahkan hidup baru bagi kami berupa karya dan pelayanan sehari-hari yang disemangati oleh perjumpaan dengan Putera-Mu dalam hati kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar