Rabu, 5 Des 2018
Pekan Adven I
Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 15:29-37
"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan"
Hidup dan karya Yesus senantiasa digerakkan oleh belas kasih. Misteri inkarnasi dan kehadiran-Nya di dunia ini pun digerakkan oleh misi cinta kasih yang berasal dari Bapa. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3,16). Dalam Injil, kita menemukan paling kurang 5 peristiwa di mana Yesus tergerak hati-Nya oleh belas kasihan, yakni ketika Yesus melihat orang banyak seperti domba tanpa gembala (Mat 9,36; Mrk 6,34), ketika Ia baru saja mendarat dan melihat banyak orang yang telah menunggu-Nya (Mat 14,14), ketika orang banyak mengikuti-Nya selama berhari-hari untuk mendengarkan pengajaran-Nya (Mat 15,32; Mrk 8,2), ketika Ia menyembuhkan orang buta (Mat 20,34), ketika Ia menyembuhkan orang yang sakit kusta (Mrk 1,41), ketika Ia melihat kesedihan seorang janda karena kematian anak lelaki tunggalnya (Luk 7,13). Hal ini tentunya semakin meneguhkan iman dan pengharapan kita. Iman dan pengharapan kita tidak pernah hampa dan sia-sia karena Yesus senantiasa tergerak hati-Nya oleh belas kasihan kepada kita. Namun, belas kasih Tuhan ini sebenarnya juga mengundang kita untuk memiliki belas kasih yang sama. Sebagai orang yang menyandang nama Kristus (= kristiani), kita dipanggil untuk menjadi seperti Yesus, yakni memiliki hati yang selalu tergerak oleh belas kasih terhadap sesama.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar