Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 21 Desember 2018
Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18a
Mzm 33:2-3,11-12,20-21
Luk 1:39-45
SANG THEOTOKOS
Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Luk 1:42-43
Pertama kali saya mengikuti Liturgi Ilahi (sebutan bagi Misa Kudus dengan ritus Bizantin), saya terkagum-kagum dengan ikonografi, bahasa puitis dalam doa yang dinyanyikan, pengulangan-pengulangan dalam doa, serta penghormatan yang sangat kuat kepada Bunda Maria. Penyebutan Maria selalu didului oleh berbagai gelar yang memang sudah sepantasnya: "all-holy, spotless, most highly blessed and glorious Lady the Theotokos and ever-virgin Mary" (yang kudus seluruhnya, tanpa noda, yang paling terberkati dan termulia, sang Bunda Allah dan Maria yang selalu perawan).
Juga sangat terlihat teologi akan Maria dalam peristiwa keselamatan. Salah satunya adalah doa pujian terhadap Maria dalam Doa Syukur Agung ritus Bizantin: "Sungguh patut dan benar memanggilmu yang Theotokos. Engkau yang selalu terberkati dan termurni serta Bunda dari Allah kami. Lebih terhormat dari Kerubim dan tak terbanding lebih termulia dari Serafim. Engkau melahirkan firman Allah dalam keperawanan. Engkau sungguh Bunda Allah, engkau kujunjung tinggi." (Terjemahan bebas)
Dari sini kita dapat melihat bahwa doa-doa kita sangat baik bila kita sampaikan kepada bunda-Nya juga karena ia memang sungguh-sungguh Bunda Allah, dekat dengan Allah, dan sunguh melahirkan Allah dalam keperawanan.
Marilah kita junjung tinggi sang Theotokos, perawan Maria yang terberkati dan termulia, dan memohon doanya kepada Allah kita. (Aw)
Bagaimana penghormatan saya terhadap Bunda Maria?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar