Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 20 Desember 2018
Yes 7:10-14
Mzm 24:1-6
Luk 1:26-38
BAGI-NYA, TAK ADA YANG MUSTAHIL
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Luk 1:37
Dalam doa pagi saya akhir-akhir ini, tak henti-hentinya saya mengucap syukur atas perkembangan kesehatan adik saya selama dua tahun terakhir ini. Seperti yang pernah saya ceritakan, adik saya terkena penyakit Talasemia (kelainan darah). Hingga saat ini, dokter belum menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakitnya.
Adik saya pernah melalui masa-masa kritis dimana berat badannya turun drastis. Berulang kali masuk rumah sakit. Bahkan seorang dokter memvonis ia hanya akan sampai usia 13 tahun. Semua itu kami lalui dengan sikap berserah kepada Tuhan. Apapun yang akan terjadi, kami siap. Dan puji Tuhan, saat ini ia sudah berumur 19 tahun dan mulai kuliah.
Kami sekeluarga belajar untuk tetap percaya pada pertolongan Tuhan. Mungkin kalau adik saya tidak sakit seperti ini, ayah saya tidak mengalami pertobatan. Dulu ayah bukan orang yang suka ke gereja, apalagi terlibat aktif. Namun ketika adik mulai sakit, kehidupan rohani ayah mulai berubah. Bahkan ia rajin mengikuti Misa Harian. Tidak hanya ayah, kehidupan rohani sayapun menjadi berbeda. Satu hal yang Tuhan ajarkan pada saya adalah selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun.
Mari kita belajar tetap percaya dan tetap mengandalkan Tuhan. Mungkin bagi dunia terlihat mustahil, namun di dalam Tuhan tak ada yang mustahil. (Ar)
Sudahkah saya mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek hidup saya?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar