Selasa, 04 Desember 2018

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 05 Desember 2018

Yes 25:6-10a
Mzm 23:1-6
Mat 15:29-37

MELAYANI DENGAN SUNGGUH

....Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.  Mat 15:32

Seorang aktivis gereja melakukan kesalahan dalam tugasnya pada suatu pelayanan. "Namanya juga pelayanan, Ada waktu baru dikerjakan. Tapi karena sudah _deadline_, maka terpaksa buru-buru diselesaikan dan akhirnya ada salah." Ungkapan tersebut membuat saya berpikir, apakah pelayanan adalah aktivitas di waktu luang? Apakah dalam pelayanan tidak ada kesungguhan hati dan sikap profesional?

Kita perlu bekerja agar punya penghasilan yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan. Di lain pihak, kebutuhan rohani kita juga harus dipenuhi. Tanpa ada keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani, hidup kita akan menjadi kacau. Salah satu pemenuhan kebutuhan rohani adalah dengan melakukan pelayanan.

Saat bekerja, hendaknya kita bersungguh-sungguh. Godaan terbesar saat ini adalah terus-menerus terhipnotis oleh _gadget._ Akibatnya pekerjaan yang harusnya cepat selesai menjadi lebih lama. Hal ini bisa merembet pada kualitas pelayanan. Kita sering datang terlambat, tidak fokus dalam melakukan pelayanan, sehingga pelayanan menjadi kegiatan yang hanya dilakukan selagi ada waktu.

Waktu tak pernah menunggu. Waktu selalu bergerak. Kitalah yang harus bijaksana dalam menggunakan waktu.

Yesus memberikan teladan bagi para aktivis gereja. Ia tidak hanya menyembuhkan banyak orang yang mengikuti-Nya, tetap juga memberi mereka makan. Artinya, Yesus melakukan pelayanan secara total. Mari kita bekerja dan melayani dengan sungguh-sungguh. Apapun yang kita lakukan di dunia, harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan kelak. (Yo)

Apakah selama ini saya telah melakukan pelayanan dengan tulus dan kesungguhan hati?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar