Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 22 Desember 2018
1Sam 1:24-28
MT 1Sam 2:1,4-8
Luk 1:46-56
HOW PRECIOUS I AM
Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Luk 1:48b-49
Setiap kali mendengar nyanyian pujian Bunda Maria seperti dalam Injil hari ini, ada kebahagiaan tersendiri yang sulit saya ungkapkan. Nyanyian pujian ini (dalam Legio Maria disebut _Catena_ ) dulu setiap hari saya ucapkan ketika menjadi seorang legioner. Di dalamnya terdapat kemegahan, keagungan, pujian yang begitu dalam atas pekerjaan Bapa yang luar biasa dalam diri seorang wanita, dalam hal ini Bunda Maria.
Bapa menganugerahkan pada setiap kita (baca: wanita) buah rahim untuk dapat mengandung dan melahirkan anak. Bayangkan, seorang manusia hidup dalam diri manusia lain. Itulah misteri kehidupan yang Ia ciptakan. Terlebih lagi pekerjaan yang Ia nyatakan dalam Bunda Maria dimana ia mengandung dari Roh Kudus.
Lewat pribadi Bunda Maria saya mengenal sosok ibu yang luar biasa. Hal ini juga membuat saya bersyukur atas ibu saya. Banyak yang saya teladani dari mereka berdua. Sikap keibuan, kerendahan hari, kesederhanaan, ketulusan dalam mengasihi, dan sikap berserah kepada kehendak Bapa. Terima kasih Bapa atas sosok teladan ibu yang luar biasa dalam hidup. _How precious I am being a woman with outstanding mother beside me._ Saya berdoa agar saya juga dapat menjadi sosok ibu yang benar bagi anak-anak saya kelak. (Cr)
Bagaimana saya melihat sosok Bunda Maria dalam hidup saya?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar