Renungan Katolik Bahasa Kasih
Senin, 24 Desember 2018
2Sam 7:1-5,8b-12,16
Mzm 89:2-5,27,29
Luk 1:67-79
TERBEBAS DARI NAUNGAN MAUT
Untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera. Luk 1:79
Apakah kita menyadari bahwa dalam hidup ini, kita senantiasa berada dalam naungan maut? Apapun dapat terjadi setiap saat.
Pasti masih banyak hal yang belum kita lakukan dan selesaikan, dan masih kurang banyak hal baik yang seharusnya dapat kita lalukan. Tidak sedikit orang yang khawatir akan maut. Takut sakit, takut tidak bisa lagi menikmati apa yang ada di dunia, takut meninggalkan orang-orang yang disayang. Pertanyaannya, adakah hal baik yang bisa kita peroleh jika kita khawatir? Tidak ada. Justru kekhawatiran malah menambah beban dalam kehidupan.
Sebagian dari kita yang tidak tahu bagaimana caranya keluar dari kegelapan -- seperti kejenuhan hidup, rasa bosan, usaha dan pekerjaan yang biasa-biasa saja, tidak ada peningkatan atau bahkan mungkin penurunan -- memerlukan suatu terobosan baru. Tidak ada jalan keselamatan yang lain, selain menanti-nantikan Tuhan untuk mendapatkan kekuatan baru.
Segala yang ada di bawah langit, ada masanya. Terkadang, diam dan tidak melakukan apa-apa adalah salah satu jalan keluar untuk menantikan Tuhan menyinari hidup kita dan mengarahkan kaki kita ke jalan damai sejahtera. Sikap yang kita perlukan adalah sabar akan waktunya Tuhan, melakukan bagian kita, dan berserah pada proses hidup yang sedang berjalan. Hidup bukanlah pertandingan, tetapi perjalanan yang harus dilewati selangkah demi selangkah. (Md)
Apakah hidup saya sedang berada dalam penantian?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar