Rabu, 26 Desember 2018

#renungan

*MENJADI SAKSI KRISTUS*

Kamis 27 Des 2018

_`Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami` (1Yoh 1:2)_

Kehidupan kristiani ditandai adanya relasi mendalam dengan Kristus.

Seorang yang mengaku dirinya seorang Kristen harus memiliki relasi dengan Kristus.

Ini juga berarti memiliki suatu pengalaman pribadi bersama Kristus dalam iman-harapankasih.

Dengan pengalaman inilah, seorang Kristen akhirnya didorong untuk mewartakan atau membagikan pengalamannya bersama Kristus kepada sesama.

Rasul Yohanes juga telah memiliki suatu relasi mendalam dengan Kristus.

Relasi ini terjadi karena adanya perjumpaan dan pengalaman secara pribadi dengan Kristus itu sendiri, maka ia berani bersaksi dan memberitakan kepada seluruh dunia akan kehidupan kekal bersama Bapa-Putra-Roh Kudus dalam kerajaan-Nya yang mulia``hidup di dalam persekutuan dengan Allah Tritunggal Mahakudus.

Amatlah tidak mungkin memberikan kesaksian tentang Kristus kepada orang lain tanpa memiliki perjumpaan dan pengalaman pribadi dengan Kristus.

Mari kita membuka hati terhadap perjumpaan dan pengalaman pribadi dengan Kristus, menjadi saksi-Nya, dan mengalami kelimpahan sukacita-Nya.

*_Fr. Kevin De Sanctis, CSE_*

Kamis 27 Des 2018
Pesta S. Yohanes, Rasul dan Penulis Injil
Hari ketiga dalam Oktaf Natal
1Yoh 1:1-4; Mzm 97:1-2.5-6.11-12; Yoh 20:2-8

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar