Kamis, 20 Desember 2018

#renungan

*RAMAH DAN MENYAPA*

Jumat 21 Des 2018

_`Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet` (Luk 1:40)_


Bunda Maria yang mengandung Yesus memberi salam kepada Elisabet sehingga anak dalam kandungan Elisabet pun melonjak girang dan Elisabet pun bersukacita dipenuhi Roh Kudus. Sikap ramah dan menyapa merupakan salah satu cara membagikan Yesus, Sang Sumber Kehidupan dan mengalirkan rahmat-Nya yang menghidupkan kepada sesama.

Orang yang disapa dengan ramah merasa disejukkan dan disegarkan. Jika ia sedang sedih, murung, putus asa, maka ia bisa terhibur. Harapan dan semangat hidupnya dibangkitkan karena merasa diterima dan ditopang. Sapaan yang ramah mengalirkan kasih dan kasih itu mempunyai kekuatan menghidupkan. Sebaliknya, orang yang cemberut, cuek, dan tidak ramah bisa membuat murung orang yang bersukacita, mematikan harapan dan semangat hidup sesama.

Orang yang menyapa dan bersikap ramah juga akan semakin dipenuhi kasih karena kasih itu semakin dibagikan semakin bertambah. Ia juga semakin `hidup` karena semakin kokoh berakar dalam Yesus, Sang Sumber Kehidupan.

Selain itu, jika kita mengakui bahwa dalam diri setiap orang Allah hadir, maka kita wajib untuk bersikap ramah dan menyapa. Kehadiran Allah dalam diri sesama harus kita hargai dan hormati.

*_Fr. Farel Imanuel, CSE_*

Jumat 21 Des 2018
Pfak S. Petrus Kanisius, Imam dan Pujangga Gereja
Hari Biasa Khusus Adven
Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18; Mzm 33:2-3.11-12.20-21 Luk 1:39-45

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar