Senin, 10 Des 2018
Pekan II Adven
Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26
"Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
Mengapa Yesus menyembuhkan si lumpuh dengan mengampuni? Karena pengampunan itu menyembuhkan. Kalau kita berbuat salah atau dosa, biasanya kita merasa takut. Kadang, rasa takut itu berlebihan sehingga kita tidak mampu untuk berbuat sesuatu. Untuk mengakui dan meminta maaf saja, kadang kita tidak berani. Kita memilih untuk diam, kendati tetap dengan perasaan bersalah. Beberapa orang bahkan menjadi skrupel. Kesalahan, apalagi dosa memang menyebabkan kelumpuhan: membuat kita mandheg, tidak bisa bangkit dan melangkah maju. Itulah mengapa pengampunan itu penting. Kata-kata pengampunan yang tulus akan membuat orang yang bersalah dan berdosa dibebaskan dari belenggu rasa bersalah dan rasa takut sehingga berani bangkit untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, di masa Adven ini, selain kita sendiri diundang untuk bertobat, menyesali dosa dan memohon pengampunan, alangkah baiknya kita juga menjadi pengampun. Kita hayati dan kita laksanakan sungguh-sungguh apa yang kita doakan: "Ampunilah kesalahan kami , seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami". Sebab, sekali lagi, pengampunan itu membebaskan dan menyembuhkan. Sementara itu, menyimpan dendam, kebendian, dan penilaian negatif terhadap orang lain, justru menambah rasa sakit di dalam hati kita dan mengotori pikiran kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar