Minggu, 02 Desember 2018

Senin , 3 Des 2018
Pesta St. Fransiskus Xaverius
1Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20.

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Hari ini, kita merayakan pesta St. Fransiskus Xaverius, pelaku dan pelindung karya misi. Ia melaksanakan perintah agung Kristus dengan berkeliling ke seluruh penjuru dunia untuk mewartakan Injil. Berkat pewartaannya, termasuk di Maluku pada tahun 1546, kita pun dapat mengenal dan mengimani Kristus. Maka, dalam rangka merayakan pesta St. Fransiskus Xaverius ini, kita diajak menghidupkan kembali semangat kita dalam melaksanakan amanat Kristus untuk mewartakan Injil. Kata Injil berasal dari bahasa Yunani euangelion yang berarti kabar baik. Kabar baik ini berisi karya keselamatan Allah yang terlaksana dalam Yesus Kristus. Maka, memberitakan Injil berarti mewartakan Yesus dan bersaksi tentang Dia. Namun, apakah mewartakan Injil harus selalu menyebut nama Yesus? Kepada sesama saudara yang mengikuti Kristus, dan kepada saudara/i kita yang terbuka tentu baik menyebut nama Kristus. Namun, kalau tidak memungkinkan, ya tidak harus. Tergantung konteks, situasi dan kemungkinan yang ada. Yang jauh lebih penting adalah terwujudnya nilai-nilai Injil: cinta kasih, pengampunan, keadilan, persaudaraan, solidaritas, dll. Atau dengan bahasa St. Paulus, kita mewartakan Injil dengan "menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang" (bac II). Menjadi hamba berarti bersikap “rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkan kasihmu dalam saling membantu. Dan, berusahalah memelihara kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera.” (Ef 4:2-3).
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar