*MENGAPA KITA MEMBUAT TANDA SALIB KECIL DI DAHI, DI BIBIR, DAN DI DADA SEBELUM MENDENGARKAN SABDA INJIL SUCI?*
BERTUMBUH DALAM IMAN:
MENGAPA KITA MEMBUAT TANDA SALIB KECIL DI DAHI, DI BIBIR, DAN DI DADA SEBELUM MENDENGARKAN SABDA INJIL SUCI?
Gerakan membuat tanda salib ini sangat sederhana, singkat dan seringkali ‘lewat begitu saja’ tanpa disertai dengan kesadaran penghayatan yang mendalam. Padahal maknanya sangat penting untuk membawa hati dan pikiran kita lebih terarah pada Sabda Ilahi yang akan kita dengar.
Sering dalam prakteknya, gerakan ritual membuat tiga tanda salib kecil ini menjadi rancu antara materia/tindakan yang dilakukan, dengan forma/kata2 yang menyertai tindakan dalam sebuah liturgy; karena bersamaan dengan gerakan tersebut biasanya umat melakukan sambil menjawab “Dimuliakanlah Tuhan” sebagai tanggapan atas seruan Imam: “Inilah Injil Yesus Kristus menurut….(Injil Mat./Mark./Luk./Yoh.).
Sebenarnya gerakan ritual membuat tiga tanda salib tidak dimaksudkan sebagai gerakan untuk menyertai seruan “Dimuliakanlah Tuhan”. Jadi sebaiknya kita secara sadar menjawab terlebih dulu seruan Imam yang menyatakan dari Injil mana yang akan dibacakan saat itu. Lalu kita menjawab: “Dimuliakanlah Tuhan” (tanpa melakukan gerakan apa2). Baru kemudian membuat tanda salib di kening, di bibir, dan di dada.
Salah satu alasan utama kita membuat tanda salib di kening, di bibir, dan di dada sebelum bacaan Injil adalah: Untuk memohon agar Allah berkenan membiarkan SabdaNya menguasai pikiran, perkataan, dan seluruh kesadaran batin kita.
Sebagai bentuk penghayatan personal, sebagian orang lebih suka menyertai gerakan membuat tanda salib ini dengan disertai doa singkat di dalam hati, seperti: “Semoga Allah membersihkan dan mensucikan pemahamanku (tanda salib di kening), perkataan mulutku (tanda salib di bibir), dan seluruh hatiku (tanda salib di dada/hati); sehingga aku diperkenankan untuk menerima SabdaNya melalui Injil Suci”
Semoga dengan semakin menyadari makna dan pemahaman gerakan sederhana ini, kita semakin dipersiapkan untuk lebih pantas mendengar, menerima, dan meresapkan Sabda Tuhan, sebagai kekuatan bagi jiwa kita.
Salam hangat,
P. Christianus Hendrik SCJ, South Dakota-USA
Categories: r. BERTUMBUH DALAM IMAN (BY P. CHRISTIANUS HENDRIK SCJ))
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar