Sabtu, 12 Januari 2019

Minggu, 13 Jan 2019
Pesta Pembaptisan Tuhan
Yes 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Luk. 3:15-16,21-22.

Hari ini, kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan Yesus, yang sekaligus merupakan akhir dari masa Natal. Sebuah katekese menarik dan inspitatif ditulis oleh St. Maximus, Uskup, dari Torino (+ 423) menjelaskan demikian: "Injil mengisahkan bahwa Yesus datang ke Sungai Yordan untuk dibaptis, dan di sungai itulah Ia dinyatakan oleh suara dari surga. Alasan mengapa Pesta Pembaptisan Tuhan ditempatkan setelah Natal _dan masih dalam Masa Natal sekaligus mengakhirinya_ adalah karena kedua peristiwa ini menyatakan satu hal yang sama, kendati sebenarnya terpisah oleh jarak waktu yang panjang. _Pesta Pembaptisan Tuhan ditempatkan pada hari Minggu setelah Epifani yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Padahal Yesus baptis dewasa, Ia datang sendiri ke Sungai Yordan dan segera setelah itu Yesus memulai karya publik-Nya. Jadi, kira-kira, Ia dibaptis pada usia 30 tahun._ Itulah mengapa, Pesta ini mestinya juga disebut Natal. Sebab, pada Hari Natal, Ia lahir sebagai manusia; dan pada hari ini Ia dilahirkan kembali dalam pernyataan ilahi; pada Hari Natal, ia lahir dari Santa Perawan, hari ini dilahirkan dalam misteri; pada saat Natal, Ia dilahirkan secara manusiawi dari rahim Maria; sekarang dilahirkan secara ilahi, sebagaimana dinyatakan oleh suara Bapa dari surga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Luk 3,22). _Namun demikian, bukan berarti bahwa sebelum dibaptis, Yesus bukan Anak Allah. Yesus adalah anak Allah sejak semula, sebagaimana dinyatakan Malaikat Gabriel kepada Maria (Luk 1,31.35). Oleh karena itu, kalau St. Maximus menyebut Pembaptisan Yesus sebagai peristiwa Ia dilahirkan kembali, lebih menunjuk pada peristiwa pemakluman secara publik dan kepada publik. Sebelumnya, hanya Maria yang mendengar pernyataan dari Malaikat bahwa Yesus adalah Anak Allah. Kini, dengan peristiwa pembaptisan, hal itu diumumkan kepada publik. Itulah bedanya dengan pembaptisan kita: sebelum dibaptis kita hanyalah anak manusia biasa, bukan anak Allah. Baru setelah baptis, kita diangkat menjadi anak Allah. Yesus adalah Anak Allah sejak semula, sementara kita adalah anak angkat karena mengambil bagian dalam Yesus._ Mungkin ada yang bertanya, mengapa Yesus yang sudah kudus kok dibaptis? Ia dibaptis bukan untuk dikuduskan, tetapi untuk menguduskan air. Sebab, dengan dibaptis dengan air, Ia menguduskan seluruh air yang digunakan untuk pembaptisan kita sehingga menjadi sumber yang murni. Dengan demikian, rahmat pembaptisan itu disalurkan kepada semua orang di sepanjang zaman" (diterjemahkan dari Corpus Christianorum Latina 23, 398-400). Oleh karena itu, merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan, berati kita mensyukuri rahmat pembaptisan yang telah kita terima. Karena Kristus telah dibaptis, dan dengan demikian Ia menguduskan air baptis, maka kita yang dibaptis dengan air baptis itu pun diangkat menjadi anak-anak Allah. Maka, kita pun diundang untuk hidup secara pantas sebagai anak-anak Allah.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar