Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 19 Januari 2019
Ibr 4:12-16
Mzm 19:8-10,15
Mrk 2:13-17
BERSAMA BUKAN MENJADI SAMA
_Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. -- Mrk 2:17_
Hari ini kita kembali diingatkan bahwa terang akan lebih berguna bila ia berada dalam kegelapan, bukan berkumpul di antara terang yang lain.
Jujur saja, memang lebih nyaman dan asyik untuk selalu berkumpul dengan teman-teman seiman. Melakukan _praise and worship_ bersama, makan bersama, membahas Kitab Suci bersama, dan pelayanan bersama. Kita merasa hidup kita semakin kudus karena keseharian kita dikelilingi oleh orang-orang percaya.
Yesus memberikan contoh agar kita keluar dan menjangkau mereka yang belum mengenal Yesus. Tugas kita adalah pergi dan menjadikan seluruh bangsa murid Yesus. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menjangkau banyak orang bila kita sendiri tidak mau keluar dari zona nyaman kita? Kita bahkan merasa berada di tengah-tengah mereka yang belum mengenal Yesus adalah suatu hal berbahaya bagi iman kita.
Perikop kali ini Yesus secara gamblang memberikan contoh dengan makan bersama para pemungut cukai dan orang berdosa. Ia tidak menghindari para pendosa. Ia bahkan rindu berada di tengah-tengah para pendosa. Ia berfirman, _"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."_
Hidup kita haruslah menjadi seperti teratai di tengah lumpur. Ia tetap menjadi teratai dan tidak menjadi sama dengan lumpur. Kita boleh bersama mereka, namun kita tidak boleh menjadi sama dengan mereka. Karena, tujuan kita adalah membawa semakin banyak orang untuk datang kepada Tuhan dan mengalami sukacita dan kemenangan Tuhan. (Al)
Maukah saya turun melayani mereka yang sebenarnya enggan saya temui?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar