Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa, 08 Januari 2019
1Yoh 4:7-10
Mzm 72:2-4,7-8
Mrk 6:34-44
MENGASIHI = TERIMA TANTANGAN
_Setiap orang yang mengasihi, ia lahir dari Allah dan mengenal Allah. -- 1Yoh 4:7b_
Pekerjaan dan pelayanan yang sudah cukup banyak sebenarnya membuat saya enggan menerima tanggung jawab sebagai Ketua RT. Namun, karena tidak ada lagi warga yang mau menerima tugas ini, saya terpaksa menerimanya.
Untuk mempermudah komunikasi, saya membuat grup _WhatsApp RT._ Tak disangka, banyak sekali postingan keluhan warga. Rasanya ingin menyerah karena merasa tidak sanggup. Saya ingin mundur sekalipun periode belum usai karena awalnya saya pikir Ketua RT hanya berurusan dengan surat-surat saja.
Suatu hari, seorang dosen di STF Driyakara tempat saya ikut kuliah menjelaskan bahwa sebagai umat Kristus, kita harus menunjukkan kasih dalam kegiatan di suatu komunitas. "Bukan masalah bersunat atau tidak, namun yang penting adalah percaya kepada Yesus dan kepercayaan itu ditunjukkan dalam tindakan kasih dalam komunitas," begitu katanya. Bagaimana saya menunjukkan bahwa saya mengasihi jika saya tidak ikut ambil bagian dalam pelayanan di suatu komunitas, misalnya RT.
Kuliah malam itu sungguh menegur saya. Saya teringat saat Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia. Ia mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dunia agar kita hidup oleh-Nya. Ia melakukan "tindakan". Kasih itu berkorban. Kasih itu menerima tantangan.
Akhirnya saya tidak jadi mundur sebagai Ketua RT. Untuk masalah-masalah yang ada dalam lingkungan, saya mengumpulkan warga dan mendiskusikannya bersama di kantor RW. Sebelum memulai rapat, saya awali dengan doa. Rapat berlangsung dalam suasana kasih persaudaraan. (Yo)
Apakah saya berhenti mengasihi saat menghadapi masalah dan tantangan?
Salam Damai Kristus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar