Jumat, 11 Januari 2019

Sabtu, 12 Jan 2019
Sabtu sesudah Penampakan Tuhan
1Yoh. 5:14-21; Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b; Yoh. 3:22-30. 

Hari ini kita diajak belajar dari Yohanes Pembaptis. Dia adalah pendahulu dan sahabat Yesus. Sebagai pendahulu, tugasnya adalah "berjalan mendahului Tuhan dan menyiapkan jalan bagi-Nya" (Luk 1,76). Maka, ia membaptis dan mengumpulkan serta mengajar sejumlah murid. Namun pada akhirnya, murid-murid-Nya itu ia arahkan untuk mengikuti Yesus. Kepada mereka, Yohanes menunjukkan, "Lihatlah Anak Domba Allah" (Yoh 1,36). Ia tidak keberatan, tetapi justru merasa senang ketika murid-muridnya meninggalkan dia untuk mengikuti dan menjadi murid Yesus. Demikian pula, ketika banyak orang tidak lagi datang kepadanya untuk dibaptis, tetapi "semua orang pergi kepada" Yesus (Yoh 3,26), ia justru bersukacita. Bahkan, ia mengatakan, "Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh" (Yoh 3,29). Begitulah seorang pendahulu dan sahabat yang baik. Ia merasa bersyukur dan bersukacita ketika sabahatnya sukses dan berhasil. Ia rela menjadi tidak populer dan kehilangan banyak pengikut demi Yesus. Kesaksian Yohanes Pembaptis ini tentunya sangat baik untuk kita hayati juga dalam hidup kita. Para orangtua adalah pendahulu sekaligus sahabat bagi anak-anak. Tentu menjadi kewajiban kita untuk mengarahkan dan menunjukkan kepada anak-anak tentang apa yang baik, termasuk dalam menghayati iman dan nilai-nilai kehidupan, seperti Yohanes yang menunjukkan kepada murid-murid-Nya,  "Lihatlah Anak Domba Allah". Namun, tidak seharusnya kita memaksanakan apa yang menjadi keinginan kita kepada mereka. Kalau mereka kita arahkan untuk mengikuti Tuhan, tentu Tuhan sendiri yang akan mengarahkan mereka, misalnya untuk menjadi apa. Kita juga mesti sadar, bahwa suatu saat kita akan ditinggalkan oleh mereka dan kita harus merelakannya. Sebab, kendati mereka meninggalkan kita secara fisik, namun kalau mereka tetap mengikuti Tuhan, cinta kasih mereka pada kita tidak akan berkurang. Oleh karena itu, sebagai orang tua, tugas yang pokok adalah seperti Yohanes Pembaptis: menunjukkan dan mengarahkan anak-anak kita datang kepada Tuhan dan menjadi pengikut-Nya. Bagaimana caranya dan apa bentuknya, tentu Tuhan sendiri yang akan menunjukkan jalan. 
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar