Jumat, 18 Januari 2019

Sabtu, 19 Jan 2019
Pekan Biasa I, Hari ke-2 Pekan Doa untuk Persatuan Umay Kristiani
Ibr. 4:12-16; Mzm. 19:8-9,10,15; Mrk. 2:13-17.

«Banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya» (Mrk 2,15)

Makan bersama merupakan salah satu tanda dan pengikat persaudaraan. Antara orang-orang yang bermusuhan atau saling tidak suka, amat jarang bahkan mustahil makan bersama. Kalau suatu saat kebetulan bertemu di warung atau restoran yang sama, dapat dipastikan mereka tidak akan makan satu meja atau berdekatan. Demikian pula, kalau mereka mengadakan pesta, tentu juga tidak saling mengundang, atau kalau ada undangan umum biasanya tidak mau saling datang. Oleh karena itu, peristiwa Yesus makan di rumah seorang pemungut cukai bersama dengan banyak orang berdosa dapat kita maknai sebagai wujud konkret persaudaraan atau persahabatan. Yesus tidak memandang hina dan menjauhi orang berdosa tetapi justru mendekati dan menjalin persaudaraan dengan mereka. Ia membenci dosa tetapi mengasihi orang berdosa. Justru karena diperlakukan sebagai saudara itulah, orang-orang berdosa tersebut bertobat dan menjadi pengikut-Nya. Bahkan ada sebagian dari mereka yang dipanggil-Nya secara khusus untuk menjadi rasul. Hal yang sama dibuat oleh Yesus bagi kita melalui Ekaristi. Dalam Perjamuan Ekaristi, Yesus menjadikan diri-Nya sendiri sebagai tuan rumah sekaligus hidangan bagi kita. Kita orang berdosa, namun diundang untuk datang ke perjamuan-Nya diberi kesempatan untuk menikmati hidangan yang disediakan-Nya, yakni Tubuh-Nya sendiri. Dengan demikian, kita yang berdosa ini, oleh Yesus juga dianggap dan diperlakukan sebagai saudara. Semoga hal ini semakin mendorong kita untuk bertobat terus-menerus serta menggerakkan kita untuk memperlakukan orang lain sebagai saudara juga.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar