Selasa, 8 Des 2019
Selasa Masa Natal
1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.
Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka
Peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang ini dikisahkan oleh keempat Injil sekaligus (Mat 14,13-21; Mrk 6,30-44; Luk 9,10-17; Yoh 6,1-14). Semua kisah dapat dikaitkan dengan Ekaristi, di mana Yesus melakukan tindakan yang sama: mengambil roti, menengadah ke langit, mengucap berkat, memecah-mecah roti, dan memberikannya kepada para murid untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak (Mat 14,19; Mrk 6,41; Luk 9,16; Yoh 6,11). Hari ini, yang diwartakan kepada kita adalah Injil Markus. Apa yang khas? Yang khas adalah tekanan pada tindakan Yesus yang mengajar orang banyak. Dikatakan pada ayat 14: "Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka." Pada Mateus, tekanan diberikan pada tindakan Yesus yang menyembuhkan mereka yang sakit (Mat 14,14); sementara Lukas menyebut dua-duanya (Luk 9,11); sedangkan Yohanes tidak mengatakan apa-apa tentang pengajaran dan penyembuhan tetapi mengisahkan adanya dialog antara Yesus dengan para murid (Yoh 6,5-10). Kembali ke Injil Markus. Tekanan yang diberikan, yakni Yesus yang mengajarkan banyak hal, sebenarnya juga amat tepat kalau dikaitkan dengan perayaan Ekaristi. Sebab, "Misa terdiri atas dua bagian, yakni Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Keduanya berhubungan begitu erat satu sama lain, sehingga merupakan satu tindak ibadat. [...] Dalam Misa Sabda Allah dihidangkan untuk menjadi pengajaran bagi orang-orang beriman, dan Tubuh Kristus dihidangkan untuk menjadi makanan bagi mereka." (PURM no. 28). Tentu saja, Ritus Pembuka dan Ritus Penutup tidak boleh diabaikan begitu saja. Namun, yang disebut bagian pokok dari Perayaan Ekaristi adalah Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Mengingat, Liturgi Sabda merupakan bagian penting dalam Perayaan Ekaristi, dan itu mempunyai dasar dari tindakan Yesus yang mengajar orang banyak, sebelum Ia memberi makan kepada mereka, maka kita pun mesti menghayatinya dengan lebih baik. Misalnya, sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi, kita membaca terlebih dahulu bacaan-bacaan yang akan kita dengarkan dan renungkan, lalu pada saat bacaan-bacaan itu diwartakan dan ketika pengajaran (homili) disampaikan, kita mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Para imam yang menyampaikan homili pun mesti mempersiapkan dengan baik agar isinya sungguh-sungguh merupakan pengajaran dan pewartaan sabda Allah, bukan sekedar cerita, sharing, lelucon, ataupun pidato panjang lebar yang tidak jelas, apalagi bukan luapan emosi dan kemarahan. Berkaitan dengan himili ini, PUMR menegaskan demikian, "Homili itu haruslah merupakan penjelasan tentang bacaan dari Alkitab, ataupun penjelasan tentang teks lain yang diambil dari ordinarium atau proprium Misa hari itu, yang bertalian dengan misteri yang dirayakan, atau yang bersangkutan dengan keperluan khusus umat yang hadir." (no. 65).
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar