Senin, 21 Jan 19, St. Agnes
*ANGGUR BARU DALAM KANTONG BARU*
*BACAAN*
*Ibr 5:1-10* – “Akan tetapi sekali pun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat”
*Mrk 2:18-22* – “Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa”
*RENUNGAN*
1.Puasa dilakukan oleh semua agama. Yesus melakukannya selama empat puluh hari empat puluh malam (Mt 4:2), tetapi Ia tidak mewajibkan para murid-Nya melakukan puasa yang sama; Ia membebaskan mereka apakah berpuasa atau tidak.
2.Yesus mengoreksi sikap orang-orang Parisi dalam hal berpuasa. Mereka berpuasa hanya ingin supaya dilihat orang. Padahal hakikat puasa adalah memohon pertolongan Allah dan upaya pengendalian dan pengolahan diri dari dalam. Puasa juga membantu memaknai setiap peristiwa hidup kita dan mencari apa yang dikehendaki Allah. Dengan berpuasa, kita dapat menundukkan keinginan kita dan mendahulukan kehendak Allah. Puasa bukan demi diet atau pelangsingan tubuh.
3.Kedatangan Yesus berarti zaman baru telah tiba, yaitu zaman kemerdekaan anak-anak Allah. Kedatangan Yesus membawa kebaruan; Ia membawa anggur baru dan kantong baru. Kita mampu memahami Yesus jika kita berani melepaskan cara hidup lama; cara hidup lama tidak bisa disatukan dengan cara hidup baru yang dibawa oleh Yesus.
4.Hanya ada satu peraturan yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya, yaitu cinta kasih. Semua tindakan murid Yesus harus dimotivasi oleh cinta kasih ini. Entah berpuasa atau tidak, cinta kasih harus menjadi ciri utama hidup kita sebagai murid Kristus.
(MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar