Kamis, 14 Feb 2019
Hari Biasa V
Kej. 2:18-25; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk. 7:24-30
"Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." (Mrk 7,29).
Mengapa perempuan Siro-Fenisia yang memohon kepada Yesus agar anaknya disembuhkan dari kerasukan setan mendapatkan apa yang ia mohon? Padahal, semula Yesus seolah-olah menolak karena apa yang diminta tersebut bukan merupakan haknya sehingga Yesus mengatakan tidak patut (ay.27). Jawabannya jelas: karena kata-kata yang diucapkan perempuan itu. Yaitu kata-kata yang keluar dari iman dan kerendahan hatinya. Ia percaya betul bahwa Yesus tidak hanya mampu tetapi pasti juga mau mengabulkan permohonannya. Selain itu, ia juga tidak tersinggung dengan kata-kata Yesus: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Seolah-olah, Yesus mengatakan bahwa perempuan tersebut adalah anjing yang tidak layak menerima makanan dari tuannya sebelum anak-anak kenyang. Tampak di sini ada penolakan dari pihak Yesus. Namun, meskipun ditolak dan disamakan dengan "anjing", perempuan itu tidak tersinggung. Ia justru semakin merendahkan diri di hadapan Yesus dan tetap percaya bahwa Yesus dapat dan mau menolongnya. Maka, meski sempat ditolak, ia tetap memohon dengan rendah hati. Marilah kita belajar dari perempuan Siro-Fenisia ini. Semoga, setiap kata yang kita ucapkan senantiasa berkenan kepada Tuhan karena didasari oleh iman dan kerendahan hati. Kata-kata yang keluar dari kerendahan hati ini, tidak hanya penting dalam relasi kita dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama. Selain itu, marilah kita juga mohon rahmat agar menjadi orang yang tidak mudah tersinggung atas apa yang menjadi sikap dan kata-kata orang lain.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar