Kamis, 14 Pebr 19, St. Sirilus dan St. Metodius
*KERENDAHAN HATI DAN IMAN*
*BACAAN*
*Kej 2:18-25* – “Seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”
*Mrk 7:24-30* – “Anjing-anjing itu pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”
*RENUNGAN*
1. Tuhan selalu dekat dengan kita ketika kita sedang menderita. Tetapi dalam Injil hari ini sangat mencengangkan bahwa Tuhan menolak permintaan seorang ibu yang anaknya kerasukan setan, padahal Tuhan sangat dikenal lemah lembut dan rendah hati dan peka terhadap penderitaan orang lain. Apa maunya Tuhan? Sebenarnya Tuhan sedang menyiapkan hadiah terbesar, yaitu keselamatan yang dihadirkan lewat penyembuhan anak perempuan ibu tersebut. Karena hadiah itu begitu besar, maka wadahnya juga perlu dipersiapkan.
2. Sikap rendah hati telah ditunjukkan oleh ibu tadi. Ketika Yesus menolak dengan berbagai alasan, dia tidak melawan, tidak mengeluh, tidak marah. Ia tetap memusatkan perhatian pada Yesus dan mempertahankan spirit rendah hati dan iman kepada-Nya, yang ia percaya memiliki kuasa untuk mengusir setan dari anak perempuannya. Bagaimana pengalamanku ketika permohonan tidak dikabulkan dan seakan-akan Tuhan menolaknya?
3. Kita perlu mempertimbangkan dan merenungkan jalan Tuhan ketika kita merasa bahwa permohonan kita ditolak oleh-Nya. Kita harus tetap rendah hati dan selalu berpikir bahwa kita adalah ciptaan yang selalu dicintai Tuhan, Sang Gembala Baik. Ia berjanji tak pernah akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Tetapi mengapa kita suka protes, mengeluh, ngomel-ngomel pada Tuhan, mogok berdoa bahkan ada yang pindah agama? (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar