Sabtu, 09 Februari 2019

Minggu, 10 Feb 2019
Hari Minggu Biasa V
Yes. 6:1-2a,3-8; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5,7c-8; 1Kor. 15:1-11 (1Kor. 15:3-8,11); Luk. 5:1-11.

"Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Mungkin, kita juga pernah mengalami seperti Petrus dan kawan-kawannya: kita sudah berkeja keras tetapi tanpa hasil. Padahal, yang kita kerjakan itu sesuai dengan keahilan dan profesi kita, seperti halnya yang dilakukan Petrus. Ia adalah nelayan sehingga pasti ahli menangkap ikan, tapi kali ini tidak ada hasilnya. Dalam situasi seperti itu, kita nyaris putus asa. Namun, tidak jarang, dalam situasi itu pula, Tuhan datang menghampiri, mungkin melalui ide atau inspirasi yang tiba-tiba muncul atau melalui doa dan teks Kitab Suci yang kita baca atau sekedar kita ingat saja, atau mungkin melalui orang lain yang memberikan nasihat kepada kita. Bisa jadi, orang tersebut lebih muda dari kita dan kita anggap kurang berpengalaman sehingga kita meragukannya. Tapi jangan salah, seringkali Tuhan justru memakai orang yang kecil dan sederhana untuk menyatakan rahasia-Nya (Luk 10:21). Sama halnya dengan yang terjadi pada Yesus dan Petrus. Yesus itu bukan nelayan tetapi tukang kayu, masak memberi nasihat tentang menangkap ikan kepada Petrus yang profesinya sebagai nelayan. Namun, ketika Petrus mau mendengarkan dan melaksanakan, ternyata hasilnya luar biasa. Ia menangkap sejumlah besar ikan sehingga ia harus mengajak teman-temannya untuk bekerjasama menarik jalanya dan mengisi perahu-perahu mereka (Luk 4:6-7). Menghadapi itu semua, Yesus yang semua ia kenal sebagai anak tukang kayu dan seorang guru yang mengajar (Luk 4:5), kini dikenalnya sebagai Tuhan (Luk 4:8). Ketika Yesus disebutnya sebagai Guru, Petrus menuruti perintah-Nya (Luk4:5), apalagi setelah ia mengimani-Nya sebagai Tuhan, maka ia pun bersedia mengubah haluan hidupnya, karena Tuhan menggendaki demikian. Ia meninggalkan profesinya sebagai penjala ikan untuk mengikuti Yesus, Guru dan Tuhannya. Demikianlah kehidupan beriman kita. Tanpa Tuhan, usaha dan kerja keras kita akan sia-sia dan tidak membuahkan hasil. Namun, bersama Tuhan dan kalau kita mengikuti kehendak-Nya, usaha dan kerja keras kita akan membawa hasil yang melimpah. Namun, selain bekerjasama dengan Tuhan, kita juga harus membangun kerjasama dengan orang lain, seperti yang dilakukan Petrus dan teman-temanannya. Dan kalau Tuhan menghendaki kita untuk berubah haluan, kita pun harus mengikuti dengan setia. Sebab, apa pun yang Tuhan kehendaki untuk kita, pastilah yang terbaik. 
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar