PERCIKAN HATI❤
19 Februari 2019
🌟Kebijaksanaan Hidup
*KEBUTUHAN VS KEINGINAN*
🙂Ketika berjalan kaki dengan sendal, saya mengharapkan sepatu, setelah meperoleh sepatu saya mengharapkan sepeda, setelah memperoleh sepeda saya mengharapkan motor, setelah memperoleh motor saya mendambakan mobil dan begitu seterusnya. Itulah sifat manusia yang cenderung tidak puas dengan apa yang dimiliki. Kecenderungan itu sering ditepis dengan perkataan bahwa dalam hidup, manusia mengalami perkembangan dan semua itu bagian dari perkembangan. Memang benar sejatinya manusia mengalami perkembangan dalam hidupnya, lewat usaha dan kerja keras manusia mencapai semua itu, namun manusia kerap kali terperangkap dalam usaha memilah-milah antara kebutuhan dan keinginan.
🙂Manusia dalam hidup memiliki tujuan; kebutuhan dan keinginan mewarnai perjalanan hidup manusia dalam mencapai tujuan. Dalam perjuangan hidup tersebut manusia cenderung tersandung pada pilihan antara kebutuhan dan keinginan. Dalam mengatasi masalah tersebut, kita perlu memahami dengan baik prihal kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan itu lebih mendasar dan diperlukan, sudah sepantasnya kebutuhan yang mendasar ini menjadi prioritas utama dari semua pilihan lain yang ada. Sedangkan keingingan berkaitan dengan hasrat, kehendak dan harapan. Hal ini tidak mendasar, dan tidak terwujudnya keingingan ini bukan berarti hal yang sangat fatal dan hakiki yang dapat menghambat kelangsungan hidup manusia. Beda halnya dengan kebutuhan, tidak terwujudnya kebutuhan dapat menghambat kelangsungan hidup manusia. Jadi intinya kita perlu memilah-milah dengan bijak prihal mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang benar-benar diinginkan. Untuk itu kita harus mengerti prioritas dalam perjalanan hidup kita demi mencapai perkembangan hidup yang tepat.
🙂Sahabat terkasih, usaha dan kerja keras untuk mengembangkan hidup adalah hal yang sah-sah saja, namun ketika semangat itu tercemar dengan keinginan-keinginan yang semata-mata dimotivasi oleh tujuan yang kabur, misalnya ingin pamer, kesombongan, persaingan dan lain sebagainya, hal-hal itu mencemari usaha dan kerja keras demi perkembangan hidup kita. Mari kita bangun tekad untuk hidup yang lebih baik, mengolah hidup lebih bijak dan mengusahakan hidup yang cerdas. Dengan demikian kita benar-benar akan memperoleh perkembangan hidup yang sejati.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar