Rabu, 12 Feb 2019
Pekan Biasa V
Kej. 2:4b-9,15-17; Mzm. 104:1-2a,27-28,29bc; Mrk. 7:14-23.
"Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Mrk 7,23).
Berdasarkan daftar yang disebut oleh Yesus, ternyata ada banyak hal yang membuat kita menjadi najis, alias kotor dan tercemar. Dan itu bukan jenis makanan tertentu. Entah ada sertifikat halalnya atau tidak, semua makanan itu halal. Halal atau tidaknya makanan sama sekali tidak tergantung dari sertifikat atau kandungan di dalamnya (bumbu, minyak, daging tertentu), tetapi pada bagaimana kita mendapatkan makanan itu. Semua jenis makanan yang kita dapatkan dengan cara yang tidak baik dan tidak benar, misalnya kita beli dengan uang hasil mencuri, korupsi, menipu, merampok, menggelapkan, dll., tentu saja tidak halal. Sebab, tindakan mencuri, menipu, korupsi, merampok, dll., tersebut lahir dari dalam pikiran dan hati yang jahat. Lebih dari sekedar makanan yang kita dapatkan dengan cara yang tidak baik, masih banyak hal lagi yang menajiskan kita, sebagaimana ditegaskan oleh Yesus: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan". Singkatnya, hati dan pikiran yang jahat itulah yang menghasilkan sikap, kata-kata, dan tindakan yang jahat pula. Hal-hal jahat itulah yang sesungguhnya menajiskan atau mengotori dan mencemari hidup kita. Oleh karena itu, marilah kita mohon rahmat Tuhan agar kita semakin dimampukan menjaga kesucian dan kemurnian hati dan pikiran kita, agar apa yang kita keluarkan dalam kata, sikap, dan tindakan bukanlah suatu kenajisan tetapi berkah bagi banyak orang.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar