Selasa, 05 Februari 2019

Rabu, 6 Feb 2019
Pw. St. Paulus Miki
Ibr. 12: 4-7,11-15; Mzm. 103:1-2,13-14,17-18a; Mrk. 6:1-6

«Ia heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar» - Mrk 6,6

Rencana dan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia tidak terbatalkan oleh karena penolakan dari pihak manusia. Demikian pula, kasih dan kelembutan Allah tidak berkurung sedikit pun oleh karena kekerasan hati manusia. Maka, ketika Yesus ditolak oleh orang-orang Nazaret, Ia tidak merasa putus asa. Marah pun sepertinya tidak, tetapi hanya merasa heran atas sikap mereka. Bahkan ketika mereka ingin menggunakan kekerasan, Yesus tidak menanggapinya dengan kekerasan. Ia memilih pergi dengan tenang (Luk 4,28-30). Ia pergi ke tempat-tempat lain untuk melanjutkan misi-Nya. Sebab, meski di tempat asal-Nya sendiri Ia ditolak, tetapi di tempat lain Ia justru diterima, diimani dan diikuti. "Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar" (Mrk 6,6). Saat ini pun, Ia berjalan keliling kepada kita. Semoga, di hati kita dan dalam keluarga kita, Ia selalu mendapat tempat: senantiasa kita terima, kita dengarkan, kita imani dan kita ikuti. 
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar