Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 22 Februari 2019
Pesta Takhta St. Petrus
1Ptr 5:1-4
Mzm 23:1-6
Mat 16:13-19
KITA ADALAH GEMBALA
_Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan suka rela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan tetapi dengan pengabdian diri. -- 1Ptr 5:2_
Ketika ketua lingkungan saya baru terpilih, ia mengajak saya berdiskusi. Pengetahuan Kitab Suci yang sangat minim, belum mengenal umat lingkungan secara dekat, dan gaya bahasa yang terdengar "kasar" membuatnya berkecil hati. Saat itu saya hanya berjanji mendoakannya dan setiap saat bersedia menjadi teman _curhat-_ nya serta bersama mencari jalan keluar jika ada masalah.
Hatinya yang terbuka membuat Roh Kudus bekerja secara leluasa atas dirinya. Ia ikut Kursus Evangelisasi Pribadi, Bina Lanjut KEP, dan Kursus Kitab Suci di paroki. Tiga tahun telah lewat, doanya berkembang luar biasa. Kosa katanya semakin banyak dan ia tak pernah menolak ketika diminta berdoa dalam sebuah acara. Keramahan, kerendahan hati, dan perhatiannya terhadap umat kecil membuat semua umat menyukainya.
Ayat di atas bukan hanya cocok untuk ketua lingkungan, koordinator wilayah, ketua seksi dalam acara rohani, tetapi juga sesuai dengan kita semua, warga gereja. Dalam gereja harus ada kerjasama yang baik. Bukan saling menjatuhkan tetapi membangun. Bukan pilih kasih tetapi saling memperhatikan. Bukan karena orang itu telah membantu atau menguntungkan saya maka saya akan menolongnya di kesempatan berikut.
Kita ada untuk melayani. Cara kita menggembalakan, *pertama* dengan sukarela -- tidak terpaksa atau mencari untung. *Kedua,* dengan pengabdian -- dengan tulus tanpa maksud tersembunyi. (Yo)
Apakah sikap hidup saya sudah mencerminkan gembala?
Salam Damai Kristus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar