Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 20 Februari 2019
Kej 8:6-13,20-22
Mzm 116:12-15,18-19
Mrk 8:22-26
SAYA SEORANG BUTA
_Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh. -- Mrk 8:25_
Ketika saya membaca Injil hari ini, saya merasa sedih. Karena saya menyadari kalau saya buta secara rohani. Saya tidak mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk, sering salah mengambil keputusan, sering menabrak. Saya sering mengkritik pekerjaan orang lain, sementara pekerjaan saya sendiri tidak lebih baik.
Mata saya dapat melihat dengan baik, tetapi mata hati saya tidak. Saya tidak bisa melihat kebutuhan dari orang-orang di sekitar saya dan tidak berusaha menolong mereka. Oleh karena itu, pada hari ini saya memberanikan diri untuk berdoa, *"Tuhan, celikkanlah mata saya."* Agar saya dapat melihat orang lain dengan lebih baik, agar saya dapat melayani Tuhan dengan lebih baik, agar saya dapat melihat betapa rapuh dan kotornya diri saya.
Terkadang, kesombongan, keegoisan, kepercayaan diri yang berlebihan menyebabkan kita menjadi buta. Kita tidak dapat melihat diri kita, karena kecenderungan kita hanya melihat orang lain. Pada akhirnya kita sendiri terjatuh ke dalam lobang.
Doa saya bagi kita semua agar kita disembuhkan, dicelikkan mata hati kita, agar kita dapat melihat keindahan Tuhan dalam diri orang lain yang ada disekitar kita. (An)
Sudahkah mata hati saya terbuka
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar