Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa, 12 Februari 2019
Kej 1:20 -- 2:4a
Mzm 8:4-9
Mrk 7:1-13
TETAP BERKARYA DI USIA SENJA
_Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara; atas ternak dan atas seluruh bumi, serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi. -- Kej 1:26_
Film "Ziarah" karya BW Putra Negara selesai dibuat pada 2016. Yang menarik adalah penampilan Mbah Ponco Sutiyem, petani asli Gunung Kidul berusia 95 tahun. Beliau tak pernah mengecap pelatihan seni peran, namun tampil menyentuh hati sebagai Mbah Sri.
Film ini bercerita tentang perjalanan Mbah Sri yang mencari makam suaminya yang dikabarkan gugur saat Agresi Militer Belanda II. Kelak jika ajal menjemput, Mbah Sri ingin dimakamkan di samping makam suaminya.
Kerutan wajah Mbah Sri seakan melukiskan luka dan cinta. Bukan hanya dalam kehidupan pribadinya, tetapi juga perjalanan sejarah bangsa ini. Penampilannya terlihat wajar, lembut, pedih, dan otentik. Film ini berhasil meraih Special Jury Award pada ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017.
Menjadi tua adalah sebuah proses hidup yang wajar. Jangan sedih karena tidak bisa bekerja lagi. Jangan marah karena tidak memiliki anak buah lagi. Menjadi tua berarti menjadi teladan bagi anak, mantu, serta cucu. Hiasilah hidup dengan berdoa, membaca Kitab Suci, mengikuti Ekaristi Harian, bersyukur dan ikut hadir dalam acara Gereja. Tidak jarang para lansia mengalami kemerosotan fisik dan sering sakit-sakitan. Persembahan segala ketidaknyamanan fisik kepada Allah sebagai penitensi atas segala dosa.
Menjadi tua bukanlah pilihan, tetapi realita yang harus dihadapi. Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan dengan cara menjadi berkat bagi orang lain. (Yo)
Apakah saya masih bersemangat berkarya walaupun sudah lanjut usia?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar