#renungan
*TAAT PERINTAH ALLAH*
Kamis 21 Feb 2019
_`Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia` (Mrk 8:33).
Perkataan Yesus kepada Petrus saat itu memang sangat keras.
Ia ingin menegaskan bahwa Anak Manusia harus menanggung penderitaan yang merupakan perintah dari Allah sendiri,
dan bahwa menentangnya merupakan pekerjaan iblis.
Padahal, saat ditanya, Petrus dengan yakin menjawab, `Engkau adalah Mesias` (Mrk 8:29).
Memang, Petrus sudah benar bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus untuk menyelamatkan manusia,
namun bagaimana Yesus akan menyelamatkan manusia itulah yang masih belum dimengerti oleh Petrus.
Apa yang dipikirkan Petrus adalah pikiran manusiawi manusia pada umumnya.
Bahwa Yesus harus mati dahulu demi menyelamatkan manusia adalah sesuatu yang tidak bisa dipahami Petrus.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita dihadapkan pada situasi yang sama.
Apakah kita akan mengikuti perintah Tuhan, walaupun tidak mengenakkan?
Ataukah, kita akan mengikuti keinginan manusiawi kita dengan memilih jalan yang menyenangkan,
walaupun itu bertentangan dengan perintah Tuhan?
Misalnya, dalam pekerjaan, apabila bos memberi perintah untuk melakukan cara-cara yang curang untuk memperoleh proyek tertentu,
apakah kita berani menolaknya dengan resiko kita akan kehilangan pekerjaan kita?
Ataukah, kita memilih patuh pada perintah bos?
Ya Tuhan, bantulah kami untuk mengerti dan menaati perintah-perintah-Mu`
*_Laurensia V._*
Kamis 21 Feb 2019
Pfak S. Petrus Damianus, UskpPujG
Kej 9:1-13; Mzm 102:16-23.29; Mrk 8:27-33
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar