Sabtu, 2 Feb 2019
Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mzm. 24:7,8,9,10; Luk. 2:22-40
"Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan"
Empat puluh hari yang lalu, kita merayakan Natal: Allah Putra menjadi manusia dan dilahirkan dari Perawan Maria. Kalau dalam perayaan Natal, kita merayakan Allah Putra menjadi sama dengan kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa (Ibr 2,17), dalam Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah hari ini, kita diajak untuk "menjadi sama" dengan Kristus. Artinya, seperti Yesus yang dipersembahkan kepada Allah (Luk 2,22) dan dikuduskan (Luk 2,23), kita pun diajak untuk juga mempersembahkan hidup kita kepada Allah agar diri kita puj juga dikuduskan. Seperti Yesus yang mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua anak burung merpati - tanda sebuah persembahan yang sederhana dari keluarga kurang mampu (lih. Im 12,8) - maka apa yang kita persembahkan kepada Tuhan dan apa yang menjadi sarana pengudusan bagi kita bukanlah karya-karya yang besar tetapi tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sehari-hari yang sederhana. Semua itu, kalau kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta, merupakan persembahan kita kepada Tuhan dan sarana pengudusan bagi kita. Bahkan bukan hanya pengudusan bagi diri sendiri tetapi juga bagi sesama. Sebagaimana Yesus yang dipersembahkan ke Bait Allah mendatangkakan sukacita dan damai sejahtera bagi Simeon dan Hana, kalau hidup kita ini senantiasa kita persembahkan kepada Allah dan dikuduskan oleh-Nya, tentunya kita tidak hanya bersukacita tetapi juga mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi sesama.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar