Jumat, 22 Februari 2019

Sabtu, 23 Feb 2019
Pw. St. Polikarpus, Uskup dan Martir
Ibr. 11:1-7; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Mrk. 9:2-13.

"Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka" (Mrk 9,2)

Dalam Injil, setidaknya ada 3 kisah penting berkaitan dengan peristiwa Yesus di atas bukit/gunung. Yang pertama adalah ketika Ia menyampaikan kotbah dan pengajaran di atas bukit (Mat 5-7); yang kedua, Injil hari ini, yaitu ketika Ia dimuliakan di atas gunung (Mrk 9,2-13); dan yang terakhir adalah pada saat Ia disalibkan di atas gunung golgota (Mrk 15,20-32). Pada bagian pertama dari kotbah di bukit, Yesus menyampaikan Sabda Bahagia yang penuh dengan paradoks: "Berbahagialah orang yang miskin, yang berdukacita, yang lapar dan haus, yang dianiaya, dst". Sementara itu, ketika dimuliakan di atas gunung, Yesus justru berpesan kepada Petrus, Yakobus dan Yohanes yang menyaksikan peristiwa itu untuk diam. Mereka dilarang bercerita kepada siapa pun (Mrk 9,9). Mengapa? Sebab, Ia masih harus menyongsong dan menggenapi puncak dari pemuliaan-Nya, yakni saat Ia naik ke Gunung Golgota dan disalibkan di sana. Yesus menghayati sendiri paradoks yang telah Ia sampaikan dalam kotbah di bukit. Kebahagiaan dan kemuliaan-Nya justru terletak dalam derita-Nya di atas salib. Ia dianiaya dan sungguh menderita. Ia terjatuh sampai 3x. Ia kehausan dan berseru "Aku haus!". Maka, Yesus tidak menerima usulan Petrus untuk mendirikan tenda di atas bukit itu lalu tinggal atau menetap di sana. Yesus justru mengajak mereka turun untuk menyongsong derita. Pesannya amat jelas untuk kita: Ia mengajak kita untuk tidak enak-enak menikmati kemuliaan, tetapi untuk menghadapi realitas kehidupan: memanggul salib dan menghadapi derita. Hanya orang yang berani meninggalkan kenyamanan dan menanggung derita serta berkorban demi orang lain, yang layak untuk disebut berhati mulia sehingga pantas pula mendapatkan kemuliaan, sebagaimana diteladankan oleh Yesus, para rasul, dan St. Polikarpus yang kita peringati hari ini.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar