Senin, 11 Februari 2019

Selasa, 12 Feb 2019
Hari Biasa Pekan V
Kej. 1:20-2:4a; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Mrk. 7:1-13

"Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia" (Mrk 7,7)

Bentuk atau ungkapan lahiriah pemujaan kepada Tuhan, misalnya dengan rajin berdoa, berdevosi, berziarah, dan merayakan Ekaristi, tentunya merupakan hal yang baik dan perlu. Bahkan, hal itu bisa juga dijadikan sebagai ukuran untuk menilai kualitas iman seseorang. Namun, tentu saja sangatlah tidak cukup kalau hanya berhenti pada ungkapan lahiran saja. Tidak kalah pentingnya adalah apa yang terkandung dalam hati atau dalam batin kita.  Ungkapan lahiriah berupa macam-macam bentuk Ibadat tersebut, mesthi muncul dari dalam hati yang suci dan penuh kasih. Baik kasih terhadap Tuhan maupun terhadap sesama. Sebab, ibadat kepada Tuhan yang tidak diimbangi dan dibarengi dengan cinta kasih yang konkret kepada sesama, akan menjadi pemujaan yang percuma. Kita semua tahu bahwa cinta kasih merupakan perintah Allah yang utama sehingga tidak boleh diabaikan dan juga tidak bisa diganti dengan hanya rajin beribadat. Dalam hal ini, Gereja menegaskan bahwa antara ibadat dan cinta kasih tidak boleh dipisahkan tetapi keduanya harus menjadi cara hidup kita. Oleh karena itu, ibadat kepada Tuhan hendaknya semakin mendorong kita untuk menjadi sehati-sejiwa dalam kasih dan dan mengamalkan dalam hidup sehari-hari apa yang telah kita rayakan dan doakan (bdk. SC 10). 
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar