Selasa, 5 Feb 2019
Pw. St. Agata
Ibr. 12: 1-4; Mzm. 22:26b-27,28,30,31-32; Mrk. 5:21-43
"Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon" (Mrk 5,21-22).
Hari kini kita mendapatkan pelajaran yang amat berharga dari Yairus, yaini tentang proses beriman. Kepada kita, ia memperlihatkan dinamika iman demikian: pertama-tama, ia mencari Yesus (ay.22), kemudian setelah melihat Dia (ay.22), ia tersungkur di depan kaki-Nya (ay.22), dan memohon kepada-Nya (ay.23). Setelah permohonannya dikabulkan (anaknya sembuh atau hidup kembali), ia takjub. Tidak hanya dia tetapi semua orang yang hadir sangat takjub (ay.42). Memang tidak disebutkan secara eksplisit bahwa ia kemudian bersyukur atau berterimakasih kepada Yesus, tetapi bisa dibayangkan bahwa setelah tahu anaknya sembuh, orang itu tak henti-hentinya bersyukur, sementara istrinya mengambilkan makan untuk anaknya seperti yang diperintahkan oleh Yesus (ay. 43). Pertolongan dari Tuhan itu tentunya semakin membuat imannya mendalam dan tangguh. Suatu pembelajaran bagi kita: Di tengah kesibukan kita, kita diajak meluangkan waktu untuk mencari dan menemukan Tuhan, sujud menyembah-Nya, serta menghunjukkan pujian, syukur dan permohonan kepada-Nya. Sebagaimana Yesus berkenan datang ke rumah Yairus yang mencari-Nya, Ia pun berkenan datang ke rumah kita juga. Dan sebagaimana anak Yairus disembuhkan-Nya, keluarga kita - masing-masing anggotanya - juga akan diselamatkan oleh-Nya.
--
Selamat merayakan Imlek. GONG XI FA CAI 2570.
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar