*Senin, 25 Februari 2019, Hari Biasa, Pekan Biasa VII*
*Bacaan Injil: Mrk 9:14-29*
“Lalu mereka membawanya kepada Yesus.Dan ketika roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting di tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Kemudian Yesus bertanya kepada ayah anak itu,"Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya, "Sejak masa kecilnya!Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." Jawab Yesus, "Katamu, 'jika Engkau dapat?' Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak. "Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
*Refleksi* :
Merenungkan teks Injil hari ini, kita dapat menemukan efek dari diri yang dikuasi roh jahat dan diri yang dipenuhi Roh Kudus. Terlihat jelas bahwa ketika manusia dikuasai roh jahat, ia senantiasa dibuat bergoncang, terpelanting dan terguling-guling dan mulutnya berbusa. Dan ciri lainnya, yaitu: diseret ke dalam api atau air untuk dibinasakan. Secara medis, ciri-ciri penyakit ini disebut penyakit ayan. Namun secara rohani orang ini sekaligus mengalami kerasukan setan (ay 17).
Karena itu, dalam adegan penyembuhan atas sakit tersebut Yesus melalukan dua hal sekaligus: menyembuhkan penyakit ayan dan melakukan eksorsisme (pengusiran setan). Apa maksudnya?
*Pertama* , apapun jenis penyakit kita, Yesus dapat menyembuhkankannya karena Ia adalah tabib Agung.
*Kedua* , pengusiran setan terjadi karena akibat dari kurangnya iman kepada Tuhan. Jika iman melemah kita seringkali menjauhi Tuhan dan AjaranNya. Kita terkesan berdoa atau berakfitas rohaniah tetapi tidak benar-benar taat pada perintah Yesus. Kondisi inilah, dengan cepat dan berulang-ulang kita digoncangkan, dibanting, diseret dan di tarik ke tempat yang membinasakan daya rohani kita.
*Ketiga* , satu-satunya cara untuk sembuh baik dari penyakit fisik maupun rohaniah tersebut adalah kembali kepada Tuhan dan menyerahkan diri dengan penuh iman kepada Yesus.
*Pesan* : kita pakai cara seorang bapak yang datang kepada Yesus dalam kutiban di atas: “sebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." Jawab Yesus, "Katamu, 'jika Engkau dapat?' Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Segera ayah anak itu berteriak. "Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini!".
Dialog singkat ini dapat diurutkan demikian:
A. Dari pihak manusia:
- Tolonglah kami
- Kasihanilah kami
B. Dari pihak Yesus
- Tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya
C. Reaksi manusia:
-aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini.
Demikianlah, hal ini bisa terjadi dalam kehidupan kita. Jika kita tidak punya masalah, maka doa dan rasa percaya kita berjalan biasa saja tetapi saat kita bermasalah, emosi kita, pikiran kita dan Kehendak bisa membuat doakan kita terasa berat dan melelahkan.
Sehingga, supaya jangan tergoncang, terseret, terbanting oleh roh jahat pada tempat dan keadaan yang salah, maka kita sepakat bersama cara bapak di atas: minta tolong, minta ampun dan berani mengatakan: “ *aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini “* . Amin.
*Selamat pagi dan Tuhan memberkati*
P Abdul Ocd
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar