Minggu, 31 Maret 2019

*AYAH, CINTAILAH IBU.....*

Kisah nyata yg terjadi di aparteman New York tahun 2017, seorang anak bernama Pihu berusia 2 tahun harus survive seorang diri dikarenakan ibunya (Puja) meninggal bunuh diri.
Di sebuah cermin, Puja menulis menggunakan lipstiknya "Gaurav, aku bertengkar dg keluargaku demi menikahimu, namun apa yg kudapat. Aku pamit, tadinya aku ingin mengajak Pihu, tetapi aku tak kuasa.." Pihu tidak menyadari bahwa ibunya telah meninggal dan menganggap ibunya tidur nyenyak. Ia mengajak ngobrol, menyelimuti, bahkan tidur di atas jenazah ibunya.

Pagi itu, suami istri bertengkar hebat, banyak kalimat2 kasar yg terlontar dari mulut Gaurav, seperti "Dasar malas, dasar istri tidak berguna, kau mati pun aku tidak peduli", itu semua merupakan kekerasan verbal yg membuat hati Puja hancur ber-keping2.

Pertengkaran ibarat sebuah bensin yg dituangkan ke atas api. Meledak, seakan-akan tidak dapat dibendung lagi, seakan-akan dalam pandangan mata Puja semuanya sudah berakhir, gelap, dan suaminya tidak menyayanginya lagi.
Ketika Gaurav pulang, menemukan Puja sudah tidak bernyawa, teriakan Gaurav yg penuh sesal sambil terus-menerus meminta maaf kepada istrinya sudah tidak ada artinya lagi. *Apakah kado termahal yg bisa diberikan seorang ayah kepada anaknya? Jawabannya adalah "Cintailah ibu dengan sepenuh hati, ayah"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar