Kamis, 28 Maret 2019

Jumat, 29 Mar 2019
Pekan III Prapaskah
Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17; Mrk. 12:28b-34

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu" - Mrk 12,30.

Beberapa kali saya ditanya tentang tanda salib. Salah satu pertanyaannya adalah mengapa kita membuat tanda salib dengan menyantuh dahi, dada (antara dada dan perut), dan kedua bahu kanan - kiri. Ada beberapa penjelasan tentang hal ini. Misalnya: http://www.katolisitas.org/dalamnya-makna-tanda-salib/; https://www.imankatolik.or.id/tandasalib.html; http://yesaya.indocell.net/id180.htm. Semua penjelasan sangat baik dan sangat berguna untuk memperteguh iman kita. Namun, saya sendiri memambahkan sebuah makna yang saya kaitkan dengan Hukum Kasih, yang merupakan isi Injil hari ini. Tanda Salib adalah Tanda Kasih. Mengapa? Karena dengan salib-Nya, Yesus mencurahkan cinta kasih-Nya sampai sehabis-habisnya demi keselamatan kita. Kita ingat, selama Masa Prapaskah ini, setiap melakukan Jalan Salib, kita berseru: Kami menyembah Dikau ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu; Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia. Kematian Yesus si salib adalah puncak dari cinta kasih-Nya kepada kita. Oleh karena itu, kalau kita membuat tanda salib, kita tidak hanya sekedar menandai diri kita dengan salib tetapi juga mengungkapkan cinta kita kepada Tuhan. Kita menyentuh dahi karena kita ingin mangasihi Tuhan dengan segenap akal budi. Kita menyentuh dada karena kita akan mencintai Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Kita menyentuh kedua bahu kanan dan kiri karena kita ingin mencintai Tuhan dengan segenap kekuatan. Marilah, pada Masa Prapaskah ini, kita semakin menghayati setiap tanda salib yang kita buat seraya meningkatkan kasih kita kepada Tuhan dan sesama.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar