Sabtu, 02 Maret 2019

Minggu, 3 Mar 2019
Hari Minggu Biasa VIII
Sir. 27:4-7; Mzm. 92:2-3.13-14.15-16; 1Kor. 15:54-58; Luk. 6:39-45.

"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Injil hari ini kiranya sangat tepat kita jadikan bekal untuk memasuki Masa Prapaskah yang akan segera tiba. Besuk Rabu, kita mengawalinya dengan Rabu Abu. Bagian pertama dari Injil mawas diri dan menjadi rendah hati. Melihat kesalahan dan keburukan orang lain, memang lebih mudah daripada melihat dan mengakui kesalahan serta kelemahan sendiri. Padahal tidak jarang, kita sendiri justru memiliki kelemahan dan kesalahan yang lebih besar daripada orang lain yang kita nilai buruk tersebut. Oleh karena itu, kita diajak untuk berani jujur melihat dan mengenal diri kita. Tidak perlu menutup-nutupi kekurangan dan kelemahan kita, tetapi justru menyadari dan mengakuinya sehingga kita bisa lebih rendah hati, tidak merasa lebih baik dan lebih benar daripada orang lain, apalagi merasa diri paling benar dan paling baik. Dengan kerendahan hati ini, kita tidak hanya lebih mudah untuk memperbaiki diri kita sendiri tetapi juga akan lebih mudah mendengarkan dan menerima masukan orang lain. Dan kalau kita memberi masukan pada orang lain, kita pun melakukannya dalam cinta kasih.

Bagian kedua mengingatkan kita untuk semakin bersungguh-sungguh menjaga kesucian hati. Sebab, dari hati yang suci itulah, kita akan dimampukan untuk menampilkan diri kita dengan baik, baik dalam perkataan, sikap, keputusan, maupun tindakan-tindakan kita. Dengan demikian, penampilan baik kita, bukanlah sekedar "ja'im" (jaga image), apalagi sebagai suatu sikap munafik. Melainkan sungguh-sungguh keluar dari dalam hati yang suci.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar