#renungan
*DALAM KEHENINGAN HATI*
Selasa 19 Mar 2019
_`... Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya` (Luk 2:51)_
Menyimpan perkara dalam hati.
Ini adalah sikap Bunda Maria yang sangat sederhana, namun memiliki arti yang sangat dalam.
Harus kita akui bahwa banyak dari antara kita sangat sukar untuk menyimpan sesuatu di dalam hati.
Di dunia ini kita seolah-olah terbiasa dengan segala sesuatu yang `show off`.
Coba lihat di media sosial (facebook, instagram, dll.).
Seluruh dunia bisa tahu ke mana seseorang pergi.
Bahkan, media sosial bisa menjadi tempat bagi seseorang untuk membicarakan orang lain, terutama kekurangan mereka, tetapi dengan mudahnya ia menceritakan `kehebatan` dirinya sendiri.
Betapa sukarnya untuk menyimpan perkara di dalam hati!
Mari kita lihat kehidupan kita, jika kita menghadapi masalah, apakah yang pertama dan terutama kita lakukan?
Kita bicara kepada Tuhan atau kepada teman?
Apakah kita cenderung lebih dapat mengungkapkan isi hati kita kepada teman daripada kepada Tuhan?
Betapa sukarnya bagi kita untuk kembali ke dalam hati kita sendiri dan menemukan Tuhan di sana.
Sadarkah kita bahwa Tuhan menunggu agar kita menemui Dia di dalam keheningan hati kita?
Jadi, satu poin penting dari sikap Bunda Maria `menyimpan segala perkara dalam hati` adalah membawa segala perkara itu kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan sendiri.
`Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku` (Flp 4:13), demikian kata St. Paulus.
*_Sr. M. Dominica, P.Karm_*
Selasa 19 Mar 2019
Hari Raya S. Yusuf, Suami SP Maria
2Sam 7:4-5.12-14.16; Mzm 89:2-5.27.29; Rm 4:13.16-18.22; Mat 1:16.18-21.24 /Luk 2:41-51
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar