Kamis, 07 Maret 2019

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 08 Maret 2019

Yes 58:1-9a
Mzm 51:3-6,18-19
Mat 9:14-15

BERPUASA DENGAN BENAR

Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Yes 58:4

Mungkin ada yang menyamakan puasa dengan diet makanan. Membatasi makanan sering disebut puasa dalam obrolan sehari-hari. Tidak makan karena alasan medispun disebut puasa. Jadi memang ada makna yang berbeda dalam konteks sehari-hari.

Namun konteks gerejawi jelas berbeda. Saat Prapaskah, memang panduan minimal dalam berpuasa adalah makan kenyang satu kali sehari pada Rabu Abu dan Jumat Agung, serta melakukan pantang setiap hari Jumat.  Namun esensi dari puasa sebenarnya bukan hanya soal makanan.

Santo Basilius Agung dalam Homili I mengatakan, _"Mari kita melakukan puasa yang dapat diterima dan sangat menyenangkan Tuhan. Puasa sejati adalah kerenggangan dari kejahatan; kesederhanaan lidah; pantang dari kemarahan; perpisahan dari keinginan-keinginan, fitnah, kepalsuan, dan sumpah palsu. Ketiadaan dari ini semua adalah puasa sejati."_

Jadi berpuasa adalah tentang menyangkal diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mengikuti teladan Kristus. Bentuk penyangkalan diri kita bisa bermacam-macam, namun yang umum adalah membatasi makanan. Mendekatkan diri kepada Tuhan tentu kita lakukan dengan berdoa, beribadah, dan membaca firman-Nya. Mengikuti teladan Kristus bisa dilakukan dengan membantu orang-orang yang kurang mampu, yang lanjut usia, yang sedang membutuhkan bantuan.

Cara berpuasa seperti ini pasti akan lebih berkenan bagi Tuhan daripada hanya soal makanan. Marilah kita menjalani masa Prapaskah ini dengan berusaha melakukan tindakan konkrit dalam ketiga hal tersebut. (Aw)

Apa tindakan konkrit saya dalam masa Prapaskah ini?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar