Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 07 Maret 2019
Ul 30: 15-20
Mzm 1:1-4,6
Luk 9:22-25
*DEMI KETENARAN*
_Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri. -- Luk 9:25_
_"Enak ya jadi selebgram. Punya banyak *follower.* Banyak yang *endorse.* Ingin rasanya menjadi selegram."_
Sering saya mendengar ungkapan seperti itu. Karena media sosial, banyak orang berpikir betapa nikmatnya menjadi selebgram. Diberi banyak barang secara gratis, difoto, lalu tinggal _posting_ di media sosial. Padahal, belum tentu kenyataannya seindah bayangan kita
Tetapi, tetap saja banyak orang yang rela melakukan banyak hal demi memperoleh _follower_ yang memuji atau yang menyukai. Bahkan tak jarang banyak cara dilakukan agar dapat terkenal, seperti membeli _follower_ palsu agar terlihat tenar atau membuat konten fiktif demi dipuji. Semua itu membuat kita tidak rela menjadi diri sendiri. Mereka merasa "bahagia" dengan melakukan semua kepalsuan itu.
Memang indah ketika kita disukai atau dipuji banyak orang. Memang menyenangkan dan membahagiakan memiliki apa yang kita mau. Tetapi bila demi semua itu kita harus mengorbankan banyak hal, apalagi diri sendiri, untuk apa? Menjadi bahagia tak harus dikenal, dipuji, atau disanjung. Bagi saya, sederhana, bahagia adalah saat menjadi diri sendiri, tanpa perlu berpura-pura. (Ve)
Apakah saya menikmati hidup saya apa adanya?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar