Rabu, 20 Maret 2019

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 21 Maret 2019

Yer 17:5-10
Mzm 1:1-4,6
Luk 16:19-31

BERBUAT BAIK

Kalau demikian, aku minta kepada-Mu, Bapa supaya Engkau menyuruh dia ke rumah ayahku.Luk 16:27

Penyesalan selalu datang terlambat. Begitu ungkapan yang sering kita dengar. Sekali lagi, lewat bacaan hari ini kita diingatkan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian, agar tidak terjadi penyesalan. 

Dikisahkan orang kaya yang hidupnya dipenuhi dengan kelimpahan, tetapi ketika meninggal ia mengalami penderitaan. Karena itu, ia teringat akan saudara-saudaranya yang lain dan memohon kepada Abraham agar mengutus Lazarus dan memperingatkan mereka. Yang dilakukan orang kaya ini seolah baik dan penuh perhatian terhadap saudara-saudaranya. Tapi sebenarnya tidak. Jika ia sungguh memperhatikan saudara-saudaranya, seharusnya semasa hidupnya ia melakukannya.

Kita sering menjadi baik atau melakukan hal baik ketika tidak ada pilihan lain. Namun jelas apa yang kita lakukan itu disebabkan oleh kebutuhan atau karena terpaksa.

Satu contoh yang pernah saya alami. Adik saya cukup sering datang ke Jakarta, dan biasanya ketika akan kembali ke kotanya, ia berbelanja cukup banyak. Kekhawatiran yang sering terjadi adalah kelebihan bagasi. Seperti kita tahu, ada batas berat yang ditentukan oleh tiap maskapai. Benar saja, pernah sekali waktu barang bawaan terlalu banyak sehingga ia harus membayar jumlah yang cukup besar. Demi mengurangi jumlah yang harus dibayarkan, dengan terpaksa ia membagikan kepada saya dan keluarga lain yang ikut mengantar ketika itu.

Teman, marilah kita menggunakan waktu yang ada untuk melakukan yang baik. Bukan karena terpaksa oleh keadaan, tetapi karena kita tahu itulah yang harus kita lakukan.  (Ld/Jc)

Apakah saya berbuat baik karena motif tertentu?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar