Selasa, 12 Maret 2019

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 13 Maret 2019

Yun 3:1-10
Mzm 51:3-4,12-13,18-19
Luk 11:29-32

PERTOBATAN

....haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Yun 3:8

Pertobatan seorang Kristen dapat dinyatakan dengan cara yang berbeda-beda. Kitab Suci dan para Bapa Gereja berbicara terutama tentang tiga bentuk: _puasa, doa, dan memberi sedekah,_ sebagai pernyataan pertobatan terhadap diri sendiri, terhadap Allah, dan terhadap sesama.

Pertobatan terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan perdamaian, bantuan, bagi orang miskin, pelaksanaan dan pembelaan keadilan dan hukum, pengakuan kesalahan sendiri, teguran persaudaraan, pemeriksaan cara hidup sendiri, pemeriksaan batin, bimbingan rohani, penerimaan sengsara dan ketabahan dalam penghambatan demi keadilan.

Pertobatan dan penebusan dosa setiap hari dapat kita alami di dalam Ekaristi, karena di dalam nya kurban Kristus yang mendamaikan kita dengan Allah dihadirkan. Pembacaan Kitab Suci dan berdoa dapat menghidupkan roh pertobatan dalam diri kita.

Pertobatan dilukiskan Yesus secara sangat mengesankan dalam perumpamaan "anak yang hilang" yang pusatnya adalah "Bapa yang berbelaskasihan". Bapa yang tidak hanya menerima kembali anaknya yang datang kepadanya dan menyatakan penyesalannya, tetapi juga memberikan kehidupan baru yang layak.

Hanya hati Kristus, yang mengenal kedalaman cinta Bapa-Nya, dapat menggambarkan bagi kita betapa besarnya kasih Bapa. (Jc  Sumber: Katekismus Gereja Katolik No. 1434-1439).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar